Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Sunday, July 31, 2011

[Review] TRTTE, Kisah Pangeran Muslim Mongol Mengambil kembali Haknya

Lama sekali buku ini masuk dalam waiiting list, Alhamdulillah jumat kemaren buku ini beserta sekuel keduanya "Tahta Awan" sampai dengan selamat sentosa di kamarku terbungkus rapi kumplit dengan tanda tangan dan pesan spesial dari sang penulis ^_^. Maklum beli langsung pada penulisnya Mbak Sinta Yudisia.

Ini bukan buku pertama Mbak Sinta yang kubaca, jadi tidak kaget dengan deskripsi panjang diawal menjelaskan duduk perkara ihwal pelarian sang Pangeran Pertama Takudar Khan. Meskipun seret diawal (secara daku memang rada enggan baca deskripsi yang terlalu panjang ^_^') tapi setelah sampai sekitar sepertiga, cerita mulai menglir lancar malah membuatku enggan melepaskannya seolah menuntut untuk segera menamatkannya. ^_^

Dalam pelarian inilah Takudar khan dan pelayannya berganti nama menjadi Baruji dan Almamuchi (bener ga nih tulisannya?) bertemu dengan Rasyiduddin yang juga berganti nama menjadi Salim (my fav character in this story ^_^), mereka berdua bekerja sama demi mengembalikan hak sang pangeran pertama akan Tahta Mangolia dan mengembalikan kejayaan Islam.

Baca Selengkapnya ...

Thursday, May 26, 2011

LUSI, Kilas Balik dan Dimulainya Pengeboran Baru

Lima tahun (kalo tidak salah) luapan lumpur Lapindo di Porong belum juga menunjukkan tanda – tanda akan segera berhenti, malah beberapa minggu yang lalu salah satu tanggul jebol lagi. Beberapa titik semburan baru juga kerap muncul. Di pekarangan rumah bahkan ada yang didapur rumah warga.
Lima tahun bukan waktu yang singkat, berbagai penelitian telah dilakukan baik ahli dari dalam negeri atau dari luar negeri. Baru – baru ini terdengar kabar puluhan ilmuwan akan berkumpul untuk meneliti kembali persoalan ini, tak tanggung – tanggung penggagasnya dari Australia. Semoga usaha – usaha yang dilakukan dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Saat melintasi jalan raya Porong untuk pertama kali setelah luapan lumpur Lapindo, saya merasa miris sekali, bangunan – bangunan disebelah timur, seolah melihat kota mati. Bangunan – bangunan berjajar tanpa atap, tanah kering, gersang, dibeberapa bagian terlihat retak – retak, sinar matahari terasa sangat terik membakar tanpa ada pepohonan untuk berteduh.

Baca Selengkapnya ...

Tuesday, March 31, 2009

April Fools Day


Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai 'April Mop'. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku "*Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?*" (Rizki Ridyasmara, *Pustaka Alkautsar*, 2005)

*SEJARAH APRIL MOP*

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April's Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.


Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan
pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur'an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis. Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor)
terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. "Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka
kami tidak lagi memberikan jaminan!" demikian bujuk tentara Salib Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan
anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (*The Aprils Fool Day*).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(*rizki*)

Sumber: [2]
*http://www.eramuslim.com/berita*-april-mop-tragedi-pembantaian-umat-islam-spanyol.htm>

*http://www.eramuslim.com/berita/nas*5057-april-mop-merupakan-perayaan-pembataian-umat-islam-tak-pantas-dirayak>

Baca Selengkapnya ...

Sunday, February 8, 2009

Sejarah Tanah Yg Di Janjikan‏


2000 SM – 1500 SM*

Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. (bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anak Nabi Ya'qub A.s. alias Israel (Israil, Qur'an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 (tujuh) orang. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi Ya'qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya'qub A.s.) membesar.


*1550 SM – 1200 SM*

Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi Negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak.

*1200 SM – 1100 SM*

Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah. Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata: "Hai, Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja." (QS 5:24)

Akibatnya mereka dikutuk oleh Allah Swt dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama yang dibawa Nabi Musa A.s. disebut Yahudi – menurut salah satu marga dari bangsa Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda, dan akhirnya bangsa Israil – tanpa memandang warga negara atau tanah airnya – disebut juga orang-orang Yahudi.

*1000 SM – 922 SM*

Nabi Daud A.s. (anak Nabi Musa A.s.) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur'an) dari Filistin. Palestina berhasil direbut dan Daud dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya seperti yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh anaknya, Nabi Sulaiman A.s. dan Masjidil Aqsa pun dibangun.

*922 SM – 800 SM*

Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.

*800 SM – 600 SM*

Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria.

"Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh."
(QS 5:70)

Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.

*600 SM – 500 SM*

Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia . Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia .

*500 SM – 400 SM*

Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke
Yerusalem.

*330 SM – 322 SM*

Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel , sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan dalam bahasa Ibrani.

*300 SM – 190 SM*

Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.

*1 – 100 M*

Nabi Isa A.s. / Yesus lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan ancaman hukuman tertinggi yakni dihukum mati di kayu salib), ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi. Namun setelah Isa tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi.

*100 – 300 *

Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Palestina. Dengan masuknya Islam kemudian, serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari, mereka lambat laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam.

*313 *

Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.

*500 – 600*

Nabi Muhammad Saw lahir di tahun 571 M. Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dengan Persia .

*621*

Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan ruhani Isra' dari masjidil Haram di Makkah ke masjidil Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi'raj ke Sidrathul Muntaha (langit lapis ke-7). Rasulullah menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke-3 ummat Islam, dimana sholat di masjidil Aqsa dinilai 500 kali dibanding sholat di masjid lain selain masjidil Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah arahnya ke Ka'bah di masjidil Haram, Makkah.

*622*

Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan pendirian negara Islam – yang selanjutnya disebut khilafah. Nabi mengadakan perjanjian dengan bangsa Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan "Piagam Madinah".

*626*

Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.

*638*

Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra. Seluruh Palestina dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.

*700 – 1000*

Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang Yahudi.

*1076*

Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Karena pengkhianatan kaum munafik (sekte Drusiah yang mengaku Islam tetapi ajarannya sesat), pada tahun 1099 M tentara salib berhasil menguasai Yerusalem dan mengangkat seorang raja Kristen. Penjajahan ini berlangsung hingga 1187 M sampai Salahuddin Al-Ayyubi membebaskannya dan setelah itu ummat Islam yang terlena sufisme yang sesat bisa dibangkitkan kembali.

*1453*

Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah khilafah yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M),khilafah Utsmaniah di bawah Muhammad Fatih menaklukan Konstatinopel, dan mewujudkan nubuwwah Rasulullah.

*1492*

Andalusia sepenuhnya jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista) .. Karena cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, diantaranya ke Bosnia . Pada 1992 Raja Juan Carlos dari Spanyol secara resmi meminta maaf kepada pemerintah Israel atas holocaust (pemusnahan etnis) 500 tahun sebelumnya. (Tapi tidak permintaan maaf kepada umat Islam).

*1500 – 1700*

Kebangkitan pemikiran di Eropa, munculnya sekularisme (pemisahan agama/ gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Mulainya kemajuan teknologi moderen di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, tanpa melalui daerah-daerah Islam. Tapi akhirnya mereka didorong oleh semangat kolonialisme dan imperialisme, yakni Gold, Glory dan Gospel. Gold berarti mencari kekayaan di tanah jajahan, Glory artinya mencari kemasyuran di atas bangsa lain dan Gospel (Injil) artinya menyebarkan agama Kristen ke penjuru dunia.

*1529*

Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/ imperialisme serta membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun gagal. Tahun 1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama karena tentara Islam terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.

"… yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlahyang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan bercerai-berai. " (QS 9:25).

*1798*

Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah Khilafah.

*1831*

Untuk mendukung strategi "devide et impera" Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular begitu cepat di tanah Arab.

*1835*

Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, dan lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana . Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah.

*1838*

Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina.

*1849*

Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.

*1882*

Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

*1891*

Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah "sakit-sakitan" (dijuluki "the sick man at Bosporus ). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

*1897*

Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada "tanah yang bersejarah bagi mereka". Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi "diskriminasi dan penindasan" atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, "Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !" Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

*1916*

Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat control atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).

*1917*

Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

*1938*

Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka
mereka perlu "penyelesaian terakhir" (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.

*1944*

Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik "membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana ." Kondisi Palestina pun memanas.

*1947*

PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel .

*1948, 14 Mei*.

Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel . Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania , Syria , Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – lihat Imperialisme Perancis dan Inggris di tanah Arab
sejak tahun 1798 – maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.

*1948, 2 Desember*

Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 mujahidin untuk berjihad melawan Israel . Usaha ini kandas bukan karena mereka dikalahkan Israel, namun karena Raja Farouk yang korup dari Mesir takut bahwa di dalam negeri IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh IM dipenjara atau dihukum mati.

*1956, 29 Oktober*

Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez . Pada kurun waktu ini, militer di Yordania menawarkan baiat ke Hizbut Tahrir (salah satu harakah Islam) untuk mendirikan kembali Khilafah. Namun Hizbut Tahrir menolak, karena melihat rakyat belum siap.

*1964*

Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization) . Dengan ini secara resmi, nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina sendiri, dan tidak lagi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.

*1967*

Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih pencegahan, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari CIA (Central Intelligence Agency = Badan Intelijen Pusat milik USA ). Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel , karena Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak
melakukan tembakan selama dia ada di udara.

*1967, Nopember*

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.

*1969*

Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.

*1970*

Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.

*1973, 6 Oktober*

Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia Cuma siap untuk melawan Israel , namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak melonjak pesat.

*1973, 22 Oktober*

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.

*1977*

Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh pada tahun 1982.

*1978, September*

Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel . Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel .

*1980*

Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.

*1982*

Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena – lagi-lagi – veto dari AS. Belakangan Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq , Libya dan Tunis .

*1987*

Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini diprakarsai oleh HAMAS, suatu harakah Islam yang memulai aktivitasnya dengan pendidikan dan sosial.

*1988, 15 Nopember*

Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair. Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat.

Setelah Yasser Arafat mangkat kursi presiden diduduki oleh Mahmud Abbas. Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina beranggotakan 500 orang.

*1988, Desember*

AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di Tunis.

*1991, Maret*

Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Kristen. Sebelumnya Arafat selalu mengatakan "menikah dengan revolusi Palestina".

*1993, September*

PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah "land for peace" (tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara-negara Arab ( Saudi Arabia , Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan "fatwa" untuk mendukung perdamaian.

Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel , PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel . Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi.

Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut.

*1995*

Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di Hebron, seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat subuh. Hampir tiap orang dewasa di Israel , laki-laki maupun wanita, pernah mendapat latihan dan melakukan wajib militer. Gerakan Palestina yang menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom "bunuh diri". Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang tidak adil itu. Sebenarnya "land for peace" diartikan Israel sebagai " Israel dapat tanah, dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai)."

*1996*

Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel . Ia bahkan ingin menunggu/menciptaka n kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, bila perlu perluasan hingga ke Syria dan Yordania) untuk sama sekali membuat perjanjian baru.

AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk "mengingatkan" si "anak emasnya" ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel . Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel . Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba "aktif" menjadi penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau AS "jalan sendiri" tanpa bicara dengan Eropa.

*2002 - Sampai sekarang*

Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 "reservasi". Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh "kehadiran sipil dan militer yang permanen" di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan "mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza." Pemerintah Israel berpendapat bahwa "akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan," sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel "akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok – artinya, Penghalang Tepi Barat Israel – dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini"

Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di Israel, Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel menggantikan Ariel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit – berpidato. Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel, maka Israel "akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri" dan secara langsung menyiratkan aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri yang baru terpilih.

Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza (27/12/2008) , sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan baker minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup.

Milis Kafemuslimah

Baca Selengkapnya ...

Thursday, April 3, 2008

Bulan Terbelah

Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)"

Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya:

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung ; mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya:
Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya,sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya.

Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah; dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."

Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!"
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan.
Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika dating rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"
Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!! !"
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:

Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al- Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang maha siswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:

Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...

Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu?? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.
Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ke-3 pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.
Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan,dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya.
Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!
Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun bergumam, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.


.:Tuhanku janganlah Engkau membalikkan hati setelah Engkau memberi kami petunjuk:.

Baca Selengkapnya ...

Thursday, March 27, 2008

Matahari Madinah Pun Tersenyum

Malam Madinah yang hening syahdu, tiba-tiba pecah. Suara pertengkaran itu membuat pintu-pintu dan jendela terbuka. Wajah penduduk kota pun bermunculan. Ada apa gerangan?

"Sampai hati engkau ya menuduhku, ya syeih. Engkau menuduhku memasuki rumah orang? Padahal rumah itu rumahku. Akulah Al-Faruq. Al-Faruq wali bagi keluarga AL-Munkadir yang berasal dari cucu-cicit kaum Quraisy!" Dengan matanya yang tajam orangtua yang dituduh hendak memasuki rumah Rabi'ah itu mengajukan pembelaannya di depan Imam Malik.


Benarkah ia Al-Faruq? Semua ragu. Mereka tidak pernah mengenali rupa Al-Faruq
sejak 20 tahun yang lalu. Inikah Al-Faruq yang tidak ada khabarnya itu?


Ibu Rabi'ah yang berada di dalam rumah tersentak. Hatinya berdebar hebat.

"Benar! Ia Al-Faruq...!" Ujar ibu Rabi'ah pelan. Semua menoleh pada dirinya.

"Benar, ia suamiku. Dialah ayahmu, hai Rabi'ah." Semua terdiam, mencoba memahaminya. Lebih-lebih Rabi'ah. Ia mengalami gelombang perasaan yang begitu tiba-tiba.


"Rabiah itu anakmu, wahai Al-Faruq..," wanita itu kini menatao syahdu ke lelaki tua yang begitu terpana melihat penampilannya.

Semua yang hadir satu persatu beranjak pergi. Satu per satu pintu-pintu dan jendela tertutup lagi. Semua kembali senyap. Kecuali deru dalam dada Rabi'ah. Lelaki tua itu, dan sang wanita, ibu Rabi'ah. Mereka pun bertangis-tangisan dalam pelukan haru-rindu yang menggebu-gebu.

Setelah tenang kembali ketiganya masuk ke dalam rumah. Masih tanpa kata-kata. Dalam benak sang ibu, terputar semua kilasan peristiwa dua puluh tahun yang lalu. Ketika masih pengantin baru, suaminya pergi menuju medan jihad, ke Khurasan dan Bukhara.

Dua puluh tahun sudah tidak ada kabar, sementara benih dalam perutnya kini sudah menjelma menjadi pemuda dewasa. Di tengah suara-suara pertanyaan anaknya dan cerita suaminya, ia mulai diliputi rasa bersalah. Suaminya pasti menanyakan uang yang dititipkan dahulu. Tiga puluh ribu dinar. Angka yang tidak tersisa sedikitpun ditangannya!

Sang anak ingin tahu alasan ayahnya tidak pulang dalam waktu yang begitu lama.

"Ibu hanya mengatakan, andai maut menghadangmu di medan perang, apakah engkau akan lari pulang tunggang-langgang seperti seekor anjing berlari ulang karena takut pada lawan?"

"Mengapa ibu menuntut Ayah begitu keras?"

"Ibu hanya mengingatkan ayahmu, sebagaimana yang telah dilakukan isteri-isteri para sahabat terhadap suami-suami mereka. Saat kembali dari pedang Mut'ah, mereka mengunci pintu dan jendela sambil melontarkan kata, "Pergi kau pengecut! Kembali ke medan perang!!"

Malam bertambah larut. Ibu Rabi'ah belum memincingkan mata. Ia belum mendapat jawaban yang tepat jika sang suami bertanya mana uang yang dititipkannya dulu. Uang yang tak mungkin habis jika digunakan hanya untuk hidup berdua dengan hemat.

Adzan Subuh berkumandang dari mesjid Nabawi. Ia bangkit. Anaknya sudah lebih dahulu pergi ke masjid. Al Faruq juga telah bersiap-siap. Tapi ada hal yang mengganjal langkahnya untuk bersegera ke masjid.

"Wahai Ummu Rabi'ah, apa yang telah kamu lakukan dengan uang yang kutinggalkan dulu sebelum berjihad. Jika ada sisanya, aku ingin menjadikannya modal usaha."

Kalimat yang biasa saja, tapi tapi terasa menusuk perasaan Ummu Rabi'ah. Dengan cepat ia berusaha mengendalikan diri.

"Uang itu masih tersimpan," Ummu Rabi'ah berusaha menghindar lagi. Ia merasa ini bukan waktu yang tepat.

"Lekaslah ke masjid. Bukankah kamu telah lama sekali tidak shalat di mesjid Nabi? Tidakkah kamu rindu melakukannya?"

Al-Faruq tidak membantah. Ia bergegas menuju masjid. Sementara Ummu Rabi'ah resah. "Ya Allah, permudahlah urusanku ini. Berilah petunjukMu...," doanya penuh harap.

Di masjid, Al-Faruq dapat barisan di belakang. Setelah shalat, dibukalah majelis taklim. Lamat-lamat didengarnya suara sang guru. Masih muda. Dilongoknya untuk memastikannya. Benar, walau wajahnya susah dikenali karena tertutup jubahnya. Ah, kalau saja Rabi'ah, anaknya seperti anak muda itu betapa tenteram hidupnya. Ada anak shalih yang senantiasa mendoakannya.

Cukup bagiku anak yang shalih tanpa diberi harta sekalipun, ditorehnya kalimat ini dalam relung-relung hatinya yang paling dalam. Ya, andaikan Rabi'ah.....

Diamatinya sekeliling. Yang hadir tampaknya bukan hanya masyarakat awam. Tapi juga para ulama dan cerdik pandai lainnya.

Ketika selesai, Al-Faruq tinggal sendiri, meresapi rasa rindu dengan masjid suci ini. Siapakah ulama yang mengajar tadi?

"Bapak belum kenal siapa guru tadi?" ujar seorang jama'ah menguak takbir keingintahuan Al-Faruq.
"Orang itu menjelaskan bahwa sang guru seorang yang alim dan cerdas dalam bidang hadits. Dia juga orang yang arif di bidang hukum syari'ah. Ia sempat berguru pada beberapa shahabat Rosulullah saw. Dan ia adalah mufti Madinah."

Lelaki itu mengajak Al-Faruq duduk di sudut tepi masjid Nabawi.

"Sungguh guru kita seorang pemuda yang alim dan dihormati masyarakat. Imam Malikpun salah seorang muridnya. Apakah bapak tahu, ia lelaki yang sangat pemurah di Madinah ini? Ia menghabiskan banyak uang sampai 40.000 dirham untuk dihadiahkan kepada guru-gurunya dengan tujuan mereka mencurahkan segenap waktu untuk memberi ilmu kepadanya. Ia pernah berkata, 'Harta yang habis bisa di cari, tapi guru-guru yang telah tiada siapakah penggantinya?'"

"Sungguh bahagia orang pandai itu!" cetus kagum Al-Faruq. "Siapakah namanya?"

"Dialah Rabi'ah A-Rayi bin Abu Abdurrahman. Tapi, bapaknya lebih dikenal dengan nama Al-Faruq. Dia masih berada di perbatasan Khurasan. Mungkin bapak pernah mendengar nama itu?"

Matanya berkaca-kaca tidak mampu lagi menahan gelombang batin seorang ayah yang bangga dengan anak lelakinya. Ia bergegas pergi, meninggalkan kawab bicaranya masih terheran-heran.

Setibanya di rumah.


Al-Faruq menyandarkan punggungnya di muka pintu, menetralisir gejolak hatinya. Menarik nafas sebentar agar lebih tenang.

"Kau berhasil, wahai isteriku. Kita telah mendapatkan sesuatu yang paling berharga di muka bumi ini!" ceritanya dengan mata yang masih berkaca-kaca.

"Apa yang kamu maksudkan, wahai suamiku?"

"Kita telah punya anak yang shalih, anak yang akan mendoakan kita nanti bila kita menghembuskan nafas. Aku melihat anak kita sangat baik, bertakwa, dan memiliki ilmu luas. Sungguh Allah swt. telah mengangkat derajatnya lebih tinggi daripada yang kuduga." ucapnya berapi-api.
Ini peluang yang ditunggu-tunggu Ummu Rabi'ah. Dan ia memberanikan diri untuk berterus terang.
"Suamiku, manakah yang lebih engkau sayangi, uang tiga puluh ribu dinar atau anak kita yang kau ceritakan tadi?" "Demi Allah! Apalah artinya uang itu. Anak shalih lebih menyejukkan mataku!" jawabnya tegas.

"Suamiku, sebenarnya yang kau tinggalkan dulu telah habis kugunakan untuk membiayai anak kita belajar.." Ditatapnya sang suami dengan sinar mata menunggu. Tatapan siap menerima akibat seburuk sekalipun.

"Demi Allah, engkau sungguh wanita yang bijak, duhai isteriku. Engkau seorang ibu sejati. Tidak salah aku memilihmu..." Dengan mesra digenggamnya jemari sang isteri seolah ingin memberi tekanan kesungguhan perkataannya.

Matahari Madinah pun tersenyum menyaksikan dua insan bahagia itu. Sinarnya terasa lebih cerah menerpa bumi.

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, March 12, 2008

Perjanjian 1463 : Khilafah Usmani-Kristen Bosnia

Ahdnama adalah kesepakatan yang ditulis oleh Sultan Muhammad al-Fatih (ra) yang terkenal sebagai penakluk Konstantinopel dan pemenuh nubuat Nabi Muhammad (saw) bahwa umat Islam suatu hari nanti akan menaklukkan kota ini.Kakek buyut dari Sultan Muhammad al-Fatih adalah Sultan Murad I (ra) yang memulai penaklukan untuk membuka wilayah Balkan agar masuk ke dalam kekuasaan Islam. Ia terkenal karena telah mengalahkan bangsa Serbia di tanah pertempuran Kosovo pada tahun 1389 dan menegakkan kewenangan Islam di seluruh wilayah Kosovo. Allah (swt) menganugerahi Sultan Murad I dengan kematian syahid di dalam pertempuran ini.
Ayah dari Sultan Muhammad adalah Murad II, yang turun dalam kancah pertempuran kedua di Kosovo dan mulai menaklukan Bosnia, agar terbuka dengan dakwah Islam. Mengikuti jejak sang ayah dan kakek buyutnya, Sultan Muhammad al-Fatih melengkapi kerja keras mereka dan berhasil membuka seluruh wilayah tersebut untuk dimasuki dakwah Islam.
Islam, sebagai nasihat/agama terakhir bagi umat manusia, telah menetapkan aturan-aturan yang jelas dan mendetail terkait hak-hak umat Kristen dan Yahudi yang hidup di dalam naungan negara Islam [1]. Perjanjian Ahdnama adalah catatan historis yang terang dan jelas tentang hak-hak yang diberikan oleh Islam kepada umat Kristen yang hidup di dalam kekuasaan Islam. Teks perjanjian Ahdnama yang asli masih tersimpan hingga hari ini di Biara Franciscan (Franciscan Monastery) di sekitar Fojnica [2], Bosnia-Hercegovina.
Bandingkan perlakuan adil yang diberikan Negara Islam kepada umat Kristen di Bosnia pada tahun 1463 dengan apa yang dilakukan kalangan Gereja di Spanyol 39 tahun kemudian, ketika Inkuisisi Kristen mengultimatum umat Islam untuk berpindah agama atau pergi dari tanah Andalusia. Pada penerapannya, ternyata hal ini berarti pindah agama atau mati.
Di bawah ini adalah terjemahan dari perjanjian Ahdnama; Kekhilafahan diterjemahkan sebagai Imperium(kekaisaran) . Sultan Muhammad diterjemahkan menjadi Sultan Mehmet :
AHDNAMA OF THE FATIH SULTAN MEHMET
MEHMET THE SON OF MURAT KHAN, ALWAYS VICTORIOUS!
THE COMMAND OF THE HONORABLE, SUBLIME SULTAN'S SIGN AND SHINING SEAL OF THE CONQUEROR OF THE WORLD IS AS FOLLOWS:
I, THE SULTAN MEHMET - KHAN INFORM ALL THE WORLD THAT THE ONES WHO POSSESS THIS IMPERIAL EDICT, THE BOSNIAN FRANCISCANS, HAVE GOT INTO MY GOOD GRACES, SO I COMMAND:
LET NOBODY BOTHER OR DISTURB THOSE WHO ARE MENTIONED, NOT THEIR CHURCHES. LET THEM DWELL IN PEACE IN MY EMPIRE. AND LET THOSE WHO HAVE BECOME REFUGEES BE AND SAFE. LET THEM RETURN AND LET THEM SETTLE DOWN THEIR MONASTERIES WITHOUT FEAR IN ALL THE COUNTRIES OF MY EMPIRE.
NEITHER MY ROYAL HIGHNESS, NOR MY VIZIERS OR EMPLOYEES, NOR MY SERVANTS, NOR ANY OF THE CITIZENS OF MY EMPIRE SHALL INSULT OR DISTURB THEM. LET NOBODY ATTACK INSULT OR ENDANGER NEITHER THEIR LIFE OR THEIR PROPERTY OR THE PROPERTY OF THEIR CHURCH. EVEN IF THEY BRING SOMEBODY FROM ABROAD INTO MY COUNTRY, THEY ARE ALLOWED TO DO SO.
AS, THUS, I HAVE GRACIOUSLY ISSUED THIS IMPERIAL EDICT, HEREBY TAKE MY GREAT OATH.
IN THE NAME OF THE CREATOR OF THE EARTH AND HEAVEN, THE ONE WHO FEEDS ALL CREATURES, AND IN THE NAME OF THE SEVEN MUSTAFAS AND OUR GREAT MESSENGER, AND IN THE NAME OF THE SWORD I PUT, NOBODY SHALL DO CONTRARY TO WHAT HAS BEEN WRITTEN, AS LONG AS THEY ARE OBEDIENT AND FAITHFUL TO MY COMMAND.

(AHDNAMA DARI SULTAN MUHAMMAD AL FATIH
MUHAMMAD BIN MURAT KHAN, SELALU MENANG!
PERINTAH DARI YANG MULIA, TANDA TANGAN SULTAN YANG AGUNG DAN SEGEL ISTIMEWA DARI PENAKLUK DUNIA, ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
AKU, SULTAN MUHAMMAD KHAN MEMBERITAHUKAN KEPADA SELURUH DUNIA BAHWA, YANG MEMILIKI DEKRIT KEKAISARAN INI, KAUM BOSNIA FRANCISCAN, TELAH BERADA DI DALAM PERLINDUNGAN DAN NIAT BAIKKU, MAKA AKU MEMERINTAHKAN:
AGAR TIDAK ADA SATU ORANG PUN YANG MENGGANGGU DAN MEMBUAT SUSAH MEREKA-MEREKA YANG TELAH DISEBUTKAN DI ATAS, DAN TIDAK PULA MENGGANGGU GEREJA-GEREJA MEREKA, BIARKAN MEREKA TINGGAL DENGAN DAMAI DI DALAM KEKAISARANKU. DAN BIARKANLAH ORANG-ORANG YANG MENJADI PENGUNGSI, MENGUNGSI DAN AMAN. BIARKANLAH MEREKA KEMBALI DAN BIARKAN MEREKA MENDIRIKAN BIARA-BIARA MEREKA, TANPA ADA RASA TAKUT, DI SELURUH PENJURU NEGERI KEKAISARANKU.
TIDAKLAH ANGGOTA PEJABAT TINGGIKU YANG MULIA, TIDAK PULA PARA PEMBANTUKU (WAZIR) ATAU PARA PEGAWAIKU, TIDAK PULA PARA PELAYANKU, TIDAK PULA WARGA NEGARA KEKAISARANKU, DAPAT MENGHINA ATAU MENGGANGGU MEREKA. JANGANLAH ADA SATU ORANG PUN YANG MENYERANG, MENGHINA, ATAU MEMBAHAYAKAN BAIK HIDUP MEREKA ATAU KEPEMILIKAN MEREKA ATAU KEPEMILIKAN GEREJA MEREKA. BAHKAN JIKA MEREKA MEMBAWA SESEORANG DARI LUAR NEGERI KE DALAM NEGERIKU, MEREKA DIPERBOLEHKAN UNTUK MELAKUKANNYA.
DENGAN DEMIKIAN, AKU TELAH DENGAN BAIK HATI MENGELUARKAN DEKRIT KEKAISARAN INI, DAN OLEH KARENANYA PEGANGLAH SUMPAH AGUNGKU INI.
DENGAN NAMA SANG PENCIPTA BUMI DAN LANGIT, SATU-SATUNYA YANG MEMBERI REZKI KEPADA SELURUH CIPTAANNYA, DAN DENGAN NAMA TUJUH MUSTAFA DAN RASUL BESAR KITA, DAN DENGAN NAMA PEDANGKU, TIDAK BOLEH ADA SATU ORANG PUN YANG MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERLAWANAN DENGAN APA YANG TELAH TERTULIS DI DALAM DEKRIT INI, SEPANJANG MEREKA –YANG DISEBUT DI ATAS– TAAT DAN SETIA DENGAN PERINTAHKU.
28 MEI 1463)
1. http://www.khilafah.com/kcom/the-khilafah/non-muslims/dhimmi-non-muslims-living-in-the-khilafah.html
2. http://www.fojnica.ba/index.php?idp=city_history

Baca Selengkapnya ...