Wednesday, September 4, 2013

I'm Not Your Angle, I'm Your Mother


I’ll be your cloud up in the sky
I’ll be your shoulder whe you cry
I’ll hear our voices when you call me
I am your angle
And when all hope is gone i’m here
No matter how far you are i’m near
It makes no different who you are
I am your angle
 

Baca Selengkapnya ...

Tuesday, July 9, 2013

I Love You


Beberapa hari ini aku menyadari betapa Allah sungguh sutradara yang hebat, aku sangat – sangat bersyukur bahwa lelaki inilah yang menikahiku. Benar, ada waktu aku merasa ragu, saat perbedaan sudut pandang dan keinginan kami bersinggungan, sifatnya yang kaku dan sering tak dapat dibantah kadang membuatku merasa kecil.

Baca Selengkapnya ...

Thursday, January 3, 2013

Sampai Nanti, Sampai Mati



Bismillahirrahmanirrahiiim,

Sudah beberapa hari yang lalu tahun 2012 berganti 2013, bukan - bukan, bukan mau bahas resolusi tahun baru ataupun penyesalan - penyesalan karena banyak hasil yang belum tercapai ditahun lalu, bukan. Yang lalu biarla berlalu tak perlu terlalu banyak dipusingkan hingga lupa untuk menapak masa kini dan masa depan, Okeyyy.

Alhamdulillah tiga bulan yang lalu ijab Qabul atas nama ku telah terjadi. Proses yang tidak bisa dibilang singkat, masa tiga bulan perkenalan membulatkan tekadnya untuk melangsungkan khitbah, dan diikuti akad beberapa bulan kemudian. Alhamdulillah.




Baca Selengkapnya ...

Tuesday, June 19, 2012



Rose,
Akhirnya sampai juga buku ini dalam genggaman, saat mulai membaca aq benar – benar tidak punya gambaran sedikitpun buku ini bercerita tentang apa. Sinta Yudisia sudah merupakan jaminan bacaan bagus dan berbobot bagiku. Jadi saat ditag mbak Sinta review buku ini via fesbuk, aq langsung skip. Bukannya ga suka, tapi ogah dapet spoiler, soalnya direview biasanya ada spoilernya. Bahkan saat mengambil buku ini dari rak, aku tidak mengintip sinopsi dibelakangnya. Padahal membaca sinopsis buku adalah salah satu kegiatan wajib ku saat hendak membawa buku ke meja kasir. Pengecualian untuk mbak Sinta Yudisia.

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, May 23, 2012

Moribito: Guardian of The Spirit


Karena telah menolong Chagum sang pangeran kedua, Balsa harus berhadapan dengan sang permaisuri. Ia pun harus memilih mati saat itu juga atau menyelamatkan pangeran dan menerima imbalan besar, namun menerima pekerjaan itu sama artinya dengan kematian yang tertunda.

Saat itu juga ia harus merencanakan pelarian sang pangeran, dengan bantuan sang permaisuri mereka kabur dari istana melalui terowongan air. Sejak keluar dari istana Balsa menekankan pada sang pangeran bahwa ia bukan lagi seorang anggota keluarga kerajaan, ia adalah anak biasa.

Baca Selengkapnya ...

Sapaan Galau



Oww...

Udah setahun ga ngepost. Bingung juga sih mau ngepost apaan.
Bukannya enggan ngepost tapi entah kenapa setiap mau nulis bingung apa yang mau ditulis, kalaupun ada ide masih mikir juga mau cerita dari sisi mana.

Katanya sih kalau mau menulis jangan terlalu banyak mikir, tulis aja yang mau ditulis baru nanti belakangan direvisi. tapi asli mau nulis aja susah..

Baca Selengkapnya ...

Tuesday, September 27, 2011

[Review] Tahta Awan


Buku kedua dari trilogi “The Road To the Empire” ini masih berkisah tentang Pangeran Mongol Muslim pertama. Cerita bagaimana asal mula keislamannya ada pada buku pertama. Yang belum baca rekomended banget buat dibaca.

Setelah kemenangan atas perang melawan adik kandungnya Arghun Khan di Cekung Turpan, Akhirnya Takudar pangeran Kesatu Mongolia naik Tahta dengan gelar Takudar Muhammad Khan. Bukan hal yang mudah baginya memimpin Mongol dengan gelar keislamannya, banyak kalangan yang meremehkan. Bayang – bayang Arghun Khan yang memimpin Mongol dengan tangan besi kerap membuatnya dibanding – bandingkan dengannya.

Ia banyak membuat perubahan dalam kepemerintahan, ia juga berusaha mengubah pola kehidupan rakyatnya agar mulai memperhitungkan pertanian. Kedekatannya dengan utusan dari wilayah muslim pun menimbulkan kecemburuan suku – suku mongol. Ia dituding lebih suka berlama – lama dengan utusan muslim dan membaca kitab.

Keputusannya untuk membiarkan Arghun Khan tetap hidup pun dianggap sebagai bentuk kelemahannya, Ia tak dapat bertindak tegas. Ia kerap datang sendiri menemui saudaranya dipenjara Bayarkhuu, menolak usulan pejabat negara dan bangsawan agar Arghun Khan yang datang menemuinya dengan kawalan ketat. Tidak, Takudar tak ingin Arghun mendapat simpati dari orang – orang yang masih setia kepadanya.

Baca Selengkapnya ...