Sunday, March 9, 2008

Sungguh akan Kami Berikan Cobaan Kepadamu!!

Nadirsyah Hosen

Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan kita teringat bahwa itupun merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara kita yang tegar menghadapinya.

Al-Qur'an mengajarkan kita untuk berdo'a: "Ya Tuhan kami, jangnlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya..."(QS 2: 286)

Do'a tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah. Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke "orang pintar" agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke "kursi" yg lebih empuk. Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan mengeluarkan zakat dan sadaqoh.

Al-Qur'an melukiskan secara luar biasa cobaan-cobaan tersebut. Allah berfirman: "Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS 2: 155)

Amat menarik bahwa Allah menyebut orang sabarlah yang akan mendapat berita gembira. Jadi bukan orang yang menang atau orang yang gagah....tapi orang yang sabar! Biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, "yah..sabar kan ada batasnya..." Atau lidah kita berseru, "sabar sih sabar...saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?" Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Kemudian Allah menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Allah dengan orang sabar pada ayat di atas: "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". (Qs 2: 156)

Ternyata, begitu mudahnya Allah melukiskan orang sabar itu. Bukankah kita sering mengucapkan kalimat "Inna lillahi...." Orang sabar-kah kita? Nanti dulu! Andaikata kita mau merenung makna kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un maka kita akan tahu bahwa sulit sekali menjadi orang yang sabar.

Arti kalimat itu adalah : "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali." Kalimat ini ternyata bukan sekedar kalimat biasa. Kalimat ini mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa karena kita semua adalah milik Allah; kita berasal dari-Nya, dan baik suka-maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah. Inilah orang yang sabar menurut Al-Qur'an!

Ikhlaskah kita bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang. Relakah kita bila proyek yang sudah didepan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dna diberikan kepada saingan kita. Berubah menjadi dengki-kah kita bila melihat tetangga kita sudah membeli teve baru, mobil baru atau malah pacar baru. Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah.... Bila kita mampu mengingat dan menghayati makna kalimat tersebut, ditengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Allah menjanjikan dalam Al-Qur'an: "Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Dalam sebuah hadis qudsi Allah berkata: "Siapa yang tak rela menerima ketentuan-Ku, silahkan keluar dari bumi-Ku!"

Subhanallah..... "inna lillahi wa inna ilaihi raji'un"

Armidlae, 27 Agustus 1997

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, February 27, 2008

ga ada judul

Rabbi...
Hatiku mengeras dan Otakku Buntu...
Hanya Ampunan dari Mu harapanku...
tubuhku serasa gemetar, telapak tangan ku sedingin es, akupun merasakan hawa dingin merasuk menusuk tulangku saat aku mendengar berita itu, sepertinya luka itu cukup dalam melukai ku. bukan berita buruk yang ku dengar, malah berita yang cukup menggembirakan buat ku.
namun tetap saja setiap kali aku mengingat tentang itu seolah ada belati tajam menusuk dadaku... luka ini seolah terkoyak setiap kali ku ingat semuanya, semua seakan semakin segar dalam ingatanku... semakin jelas
mungkin banyak kenangan menyenangkan namun semuanya berakhir sangat menyakitkan, sangat menyakitkan!!
Rabbi....
Amunilah hamba yang begitu sulit merelakan semua yang telah terjadi...

Baca Selengkapnya ...

KEZALIMAN DI BALIK


KEZALIMAN DI BALIK
DERITA KORBAN LUMPUR LAPINDO
Buletin Al-Islam Edisi  394


       Sudah hampir dua tahun kondisi warga yang menjadi korban banjir lumpur
Lapindo di Sidoarjo semakin terjepit, sementara kebijakan Pemerintah
maupun DPR cenderung berpihak kepada Lapindo Brantas Inc. Sebagaimana
dilaporkan Republika (17/2), Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo
(TP2LS)-DPR RI sepakat menyatakan bahwa semburan lumpur di Sidoarjo
merupakan bencana alam atau biasa disebut dengan gunung lumpur (mud
vulcano), dan bukan akibat kelalaian Lapindo.

Kesimpulan ini bertolak belakang dengan kesimpulan pengadilan dan pakar
pertambangan dari perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun di luar
negeri. Menurut Walhi, Kersam Sumanta, mantan
Direktorat Eksplorasi dan Produksi BPPKA-Pertamina yang juga mantan
anggota Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo, menyatakan bahwa ada
unsur kekeliruan manusia yang menyimpang dari standar operasional teknik
pengeboran hingga mengakibatkan terjadinya semburan. Mantan Ketua Ikatan
Ahli Geologi Indonesia Andang Bachtiar, Senin (18/2) di Malang, juga
menegaskan bahwa semburan lumpur panas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur,
adalah akibat kelalaian Lapindo Brantas Inc. Ia menolak peristiwa itu
disebut sebagai bencana alam.

Kesimpulan TP2LS–DPR RI tersebut jelas akan semakin 'mengamankan' tanggung
jawab Lapindo.


Kezaliman Luar Biasa


Sejak pertama kali meluap, 29 Mei 2006, banjir Lapindo telah menimbulkan
kerusakan yang sangat parah. Menurut berbagai sumber data di lapangan,
sampai saat ini jumlah bangunan yang terendam meliputi 10.426 tempat
tinggal, 33 sekolah, dan 31 pabrik. Lahan sawah yang diperuntukkan tebu
yang terendam mencapai 64,02 ha dan sawah untuk tanaman padi yang terendam
mencapai 482,65 ha. Banjir lumpur ini telah mengakibatkan ratusan ribu
warga kehilangan mata pencahariannya dan ketidakjelasan nasibnya.

Anehnya, penanganan terhadap hal tersebut, baik dari Pemerintah maupun
DPR, cenderung mengabaikan kepentingan korban. Hal ini dapat dilihat dari
beberapa kebijakan berikut: Pertama, penanganan Pemerintah terhadap korban
lumpur Lapindo diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 14 tahun
2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Perpres ini
lebih berpihak kepada Lapindo. Misalnya, Perpres ini telah membatasi
kewajiban Lapindo hanya mencakup Peta Terdampak sesuai dengan kondisi pada
tahun 2007. Padahal areal yang terendam banjir lumpur tersebut terus
meluas hingga saat ini. Akibatnya, berdasarkan Perpres ini, Lapindo hanya
bertanggung jawab terhadap sekitar 22.301 jiwa dari 4 desa/kelurahan yang
termasuk dalam Peta Terdampak. Adapun lebih dari 40 ribu jiwa yang lahan
dan tempat tinggalnya terendam lumpur dianggap di luar tanggung jawab
Lapindo karena berada di luar areal Peta Terdampak.

Perpres tersebut juga telah menetapkan pembayaran ganti rugi melalui
mekanisme jual-beli kepada korban dilakukan secara bertahap, yaitu sebesar
20% dibayarkan di muka dan sisanya yang 80% akan dibayarkan kurang lebih
setelah dua tahun. Sampai saat ini masih belum jelas pembayaran sisanya
tersebut. Perpres itu juga telah mengubah kewajiban Lapindo memberikan
ganti rugi kepada korban menjadi masalah keperdataan jual-beli tanah
dengan harga yang sudah ditentukan oleh Lapindo.

Warga korban pada Januari 2008 telah mengajukan uji material Perpres No.
14 Tahun 2007 tersebut kepada Mahkamah Agung (MA). Intinya, mereka meminta
Perpres itu dibatalkan karena pembayaran ganti rugi yang diberikan kepada
para korban menggunakan proses jual-beli secara tidak tunai. Cara tersebut
dinilai sama sekali tidak mendahulukan kepentingan para korban dan justru
menguntungkan Lapindo. Namun, MA sejalan dengan Pemerintah dalam menjaga
kepentingan Lapindo; MA menolak pengajuan tersebut.

Kedua, pihak DPR yang seharusnya menjadi pembela rakyat yang menjadi
korban tersebut juga tidak bisa diharapkan. Sejak awal tahun 2007 DPR
telah mengancam akan melakukan hak interpelasi kepada Pemerintah terkait
dengan pola penanganan lumpur Lapindo. Namun, hingga saat ini isu
interpelasi itu faktanya hanya menjadi 'jualan' politik, tidak benar-benar
untuk membela kepentingan rakyat. Buktinya, minggu lalu TP2LS-DPR RI
menyatakan bahwa semburan lumpur tersebut dianggap sebagai akibat bencana
alam, bukan karena kelalaian Lapindo.

Kelihatannya TP2LS yang dibentuk oleh DPR tersebut memang 'bekerja' untuk
Lapindo, bukan untuk menolong rakyat lemah yang menjadi korban. Buktinya,
laporan TP2LS ini sama persis dengan iklan yang diterbitkan oleh Lapindo
Brantas Inc. di berbagai media massa. Dalam iklan bertajuk, "Meneropong
Bencana Lumpur di Sidoarjo" (Republika, 27/11/2007), Lapindo Brantas Inc.
mencoba mencari-cari keterkaitan antara gempa Yogyakarta dan awal
munculnya semburan lumpur panas. Dengan meminjam pernyataan dari beberapa
pakar perguruan tinggi, Lapindo Brantas Inc. menyebut semburan lumpur
panas yang terjadi di Sidoarjo adalah proses dari apa yang dinamakan mud
vulcano.

Kesimpulan TP2LS–DPR memang wajar senada dengan iklan Lapindo Brantas Inc.
tersebut. Sebab, dalam TP2LS itu DPR mengirim dua orang ahli yang berasal
dari pihak Lapindo. Kedua ahli tersebut jelas akan mengatakan bahwa itu
merupakan peristiwa alam yang bukan disebabkan karena salah pengeboran.
Padahal seorang ilmuwan dari Jepang, Prof. Mori, menunjukkan bahwa posisi
lumpur Lapindo di Sidoarjo ternyata berada jauh di luar pusat gempa yang
terjadi di Yogyakarta. Intinya, getaran yang sampai ke Sidoarjo tidak
cukup kuat untuk dapat menimbulkan aktivitas gunung api lumpur. Anehnya,
TP2LS–DPR hanya mengambil pendapat dari sejumlah pakar yang sependapat
bahwa semburan lumpur Lapindo adalah bencana alam, dan cenderung
mengabaikan pendapat pakar lain yang menyatakan sebaliknya.

Inilah fakta betapa Pemerintah dan DPR sebenarnya memang berpihak kepada
Lapindo Brantas Inc. daripada mempedulikan penderitaan massal yang menimpa
rakyat yang menjadi korban itu. Tentu ini semakin menguatkan dugaan bahwa
politik dan ekonomi yang berjalan saat ini sebenarnya dikendalikan oleh
para kapitalis pemilik modal. Adapun pihak Pemerintah, DPR dan bahkan
Lembaga Peradilan lebih berfungsi sebagai penguat kepentingan para
kapitalis tersebut. Ini jelas sebuah kezaliman yang luar biasa.


Sistem Islam Menghapus Kezaliman


Secara fitrah, setiap manusia mendambakan keadilan dan membenci kezaliman.
Karena itu, Islam sangat tegas mengharamkan tindakan zalim, khususnya
kezaliman penguasa yang telah mengemban amanat untuk melindungi dan
mengayomi rakyatnya. Secara khusus Rasulullah telah berdoa kepada Allah
SWT agar membalas para penguasa yang berlaku zalim terhadap rakyatnya:


"Ya Allah, siapa saja yang telah diangkat untuk mengurus urusan umatku,
kemudian dia mempersulitnya, maka persulitlah dia. " (HR. Muslim)


Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahîh Muslim, ketika menjelaskan hadis ini,
mengatakan, doa Rasul saw. ini merupakan larangan yang paling hebat atas
tindakan menimpakan kesulitan terhadap rakyat. Doa ini sekaligus merupakan
dorongan yang paling besar kepada penguasa agar selalu bersikap lembut dan
adil kepada mereka. Banyak hadis yang menyatakan hal serupa.

Berbagai kezaliman yang menimpa rakyat dalam aspek ekonomi, politik,
pendidikan, sosial, dan sebagainya saat ini pada dasarnya bukan sekadar
karena tindakan individual penguasa, namun lebih karena sistem
Kapitalisme-sekular yang memang berkarakter zalim, yang saat ini
diterapkan. Artinya, kezaliman yang dirasakan rakyat lebih karena
kezaliman sistem, bukan sekadar kezaliman individual penguasa. Karena itu,
siapapun yang menjadi penguasa dalam sistem yang zalim seperti ini pasti
akan bertindak zalim.

Allah SWT telah mengaitkan kezaliman dengan hukum (sistem) yang dipakai
oleh penguasa dalam memerintah rakyatnya. Allah SWT, misalnya, berfirman:


Siapa saja yang tidak memutuskan perkara menurut apa (wahyu) yang Allah
turunkan, mereka itu adalah orang-orang zalim. (QS al-Maidah [5]: 45).


Pada surah yang sama (al-Maidah) ayat 44 dan 47, Allah SWT juga memvonis
kafir dan fasik jika penguasa tidak memutuskan perkara menurut wahyu
Allah. Menurut Ikrimah, ayat tersebut mengandung pengertian bahwa siapa
saja yang berhukum dengan selain hukum Allah dengan penuh kesadaran adalah
kafir. Namun, jika ia tetap mengakui hukum Allah tetapi dalam praktiknya
ia tidak melaksanakannya, ia terkategori zalim dan fasik (Lihat:
Al-Baghawi, Ma'âlim at-Tanzîl, I/210).

Jadi, ketidakadilan yang dirasakan masyarakat saat ini, termasuk para
korban banjir Lapindo, sesungguhnya merupakan dampak dari kezaliman
sistem kapitalis-sekular yang diterapkan di negeri ini; sekaligus akibat
ditinggalkannya  sistem hukum Islam yang adil yang telah Allah turunkan.

Karena itu, sudah saatnya kita membuang  sistem Kapitalisme-sekular dari
kancah kehidupan. Agenda umat Islam ke depan adalah membangun tegaknya
sistem hukum Islam, yang pasti menjamin keadilan karena datang dari Zat
Yang Mahaadil.
Tegaknya sistem Islam merupakan satu-satunya jalan untuk menghapus
kezaliman sistem kapitalis-sekular yang terbukti menyengsarakan umat
manusia di berbagai belahan bumi. Hanya dengan itulah keadilan dan
kemakmuran akan dapat diraih. Allah SWT berfirman:


Apakah hukum Jahiliah yang kalian kehendaki? Siapakah yang lebih baik
hukumnya daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah
[5]: 50). []

</span>

Baca Selengkapnya ...

Tuesday, February 26, 2008

Ingin Mendapat Hikmah?

Nadirsyah Hosen

Hikmah adalah harta umat Islam yang hilang. Kita dianjurkan mencari hikmah oleh Rasul yang mulia, Muhammad saw. Kita dianjurkan pula untuk mengambil hikmah dari manapun. Begitu pentingnya anjuran untuk mencari hikmah, sampai-sampai Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, "Jikalau hikmah itu ada di dalam gunung, niscaya akan aku goncangkan gunung itu!"

Bagaimana caranya untuk mendapat hikmah? Mari kita buka al-Qur'an. QS al-Baqarah ayat 261 sampai dengan ayat 268 berbicara tentang infak dan sedekah.Pada ayat 269 tiba-tiba Allah mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain. Ayat 270 sampai dengan 274 pada surat yang sama kembali berbicara tentang sedekah dan infak.

Menurut hemat saya, tentu ada rahasia tersendiri ketika Alah tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan. Inilah ayat 269 itu: "Allah menganugerahkan al-hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."

Ternyata, di antara kumpulan ayat mengenai sedekah dan infak, Allah cantumkan ayat tentang hikmah. Ini berarti, wa Allahu a'lam, berinfak dan bersedekah menjadi kriteria penting jika kita ingin meraih hikmah.

Rupanya untuk mencari "harta" (baca: hikmah) umat Islam yang hilang itu, umat Islam dianjurkan untuk menyedekahkan hartanya terlebih dahulu.

Jangan-jangan anda tak perlu mengguncang gunung untuk mencari hikmah. Hikmah di masa sekarang bukan bersembunyi di dalam gunung.. Ia hadir di sekeliling kita. Ia hadir pada tangan yang menengadah meminta belas kasih, ia muncul di wajah-wajah nestapa akibat menahan lapar, ia hinggap di rumah-rumah yang pemiliknya baru saja di PHK, ia hadir dalam senyum penghuni panti asuhan. Ia mengalir bersama derasnya aliran air mata mereka yang tidur di bawah kolong jembatan. Berikan sedikit harta kita (yang sebenarnya merupakan hak mereka), insya Allah akan anda temukan hikmah. Bila anda sudah temukan hikmah itu, maka sesuai QS 2: 269, anda telah mendapat karunia yang banyak dari sisi Allah swt.

Armidale, 14 Juli 1998

Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

Baca Selengkapnya ...

Insya Allah

Nadirsyah Hosen

Beberapa penduduk Mekkah datang ke Nabi Muhammad saw. bertanya tentang ruh, kisah ashabul kahfi dan kisah Dzulqarnain. Nabi menjawab, "Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan." Keesokan harinya wahyu tidak datang menemui Nabi, sehingga Nabi gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan. Tentu saja "kegagalan" ini menjadi cemoohan kaum kafir.

Saat itulah turun ayat menegur Nabi, "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini." (QS 18: 24)

Kata "Insya Allah" berarti "jika Allah menghendaki". Ini menunjukkan bahwa kita tidak tahu sedetik ke depan apa yang terjadi dengan kita. Kedua, hal ini juga menunjukkan bahwa manusia punya rencana, Allah punya kuasa. Dengan demikian, kata "insya Allah" menunjukkan kerendahan hati seorang hamba sekaligus kesadaran akan kekuasaan ilahi.

Dari kisah di atas kita tahu bahkan Nabi pun mendapat teguran ketika alpa mengucapkan insya Allah.

Sayang, sebagian diantara kita sering melupakan peranan dan kekuasaan Allah ketika hendak berencana atau mengerjakan sesuatu. Sebagian diantara kita malah secara keliru mengamalkan kata "insya Allah" sebagai cara untuk tidak mengerjakan sesuatu. Ketika kita diundang, kita menjawab dengan kata "Insya Allah" bukan dengan keyakinan bahwa Allah yang punya kuasa tetapi sebagai cara berbasa-basi untuk tidak memenuhi undangan tersebut. Kita rupanya berkelit dan berlindung dengan kata "Insya Allah". Begitu pula halnya ketika kita berjanji, sering kali kata "insya Allah" keluar begitu saja sebagai alat basa-basi pergaulan.

Yang benar adalah, ketika kita diundang atau berjanji pada orang lain, kita ucapkan "insya Allah", lalu kita berusaha memenuhi undangan ataupun janji itu. Bila tiba-tiba datang halangan seperti sakit, hujan, dan lainnya, kita tidak mampu memenuhi undangan ataupun janji itu, maka disinilah letak kekuasaan Allah. Disinilah baru berlaku makna "insya Allah".

Armidale, 3 Juni 1998

Baca Selengkapnya ...

Gambar Manual Menguras Emosi

Suatu hari di lab gambar manual SMKN 3 Buduran (Perkapalan) Sidoarjo sekitar 5 tahun yang lalu, sekelompok anak - anak muda tengah menekuni meja gambar berukuran A nol
memegang alat mesin gambar masing2, suara musik dari Tape yang sengaja diimport dari kos-kosan wiwit mengalun menemani meraka yang asik bermesraan dengan tugasnya. sesekali terdengar teriakan - teriakan memanggil alat2 gambar, seolah - olah alat gambar itu bila disebut namanya bisa datang sendiri menghampiri si pemanggil, ataupun teriakan kekesalan karena goresan rapidonya "bleber", salah garis, kecoret dan sebagainya (biasanya sich yang terakhir itu kerjaannya suci yang histeris karena ga bisa kontrol emosi ^_^).
Untunglah penghuni meja gambar disebelahnya adalah sahabatnya yang tidak pernah mengeluh karena teriakan suci begitu kencang dan melengking tajam he...he... Ia pun tidak bosan menjawab pertanyaan teman - teman yang lain ketika menanyakan perihal teriakan tersebut, dia biasanya dengan santai menjawab,
"paling kecoret, lek ga ngono salah opo mbleber, ci??"
suci pun mengubah mimik sedihnya dengan senyum khasnya sambil menyahut,
"he...he.. kecoret!" atau
"salaaaaaaaaah... hiks...hiks...!!!"
Menggambar manual memang tidak hanya menguras tenaga namun juga emosi para drafter (apalagi buat yang suka histeris ^_^), bagaimana tidak, di sana tidak ada toolbar undo atau erase untuk mengkoreksi kumpulan - kumpulan titik yang salah, drafter harus ekstra hati - hati dalam menggambar dan mengkalkulasi skala berapa gambar yang harus dibuat agar tampak proporsional di kertas gambar yang digunakan (A0, A1, A2, A3 atau A4).

Namun disanalah letak tantangan menggambar manual, kadang satu gambar bisa menghabiskan berlembar2 kertas. bisa dibilang ajaib bin mustahil bagi kami untuk bisa menggambar di kertas kalkir dan sekali gambar langsung jadi, biasanya kami membutuhkan dua sampai 3 kali gambar ulang hingga akhirnya gambar itu bisa kami sodorkan kepada guru.
karena itu kami dulu suka curang (^_^) bila disuruh motong kertas oleh guru, kita kadang2 mengambil 2 atau 3 lembar (jaga-jaga barangkali salah ^_^)
Kini masa-masa itu hanya tinggal memory... kami disuguhi dengan kemudahan menggambar dengan software-software gambar dari Autocad software yang senantiasa di update oleh pihak microsoft (kalo ga salah sekarang sudah ada versi 2009, aq ternyata mash pake 2004 wuih.... ketinggalan jauh bo' ^_^'), Archicad ( autocadnya anak arsitektur ), skecth up, 3D Max dan sebagainya.
Kemarin aku me-re-drawing gambar Cake Breaker Conveyor yang wuih gambar manual bo' ku pikir - pikir mungkin butuh seminggu buat ku untuk bisa menyelesaikannya, ditambah dengan korban perasaan yang pasti akan membuat ku stress bukan main...
untunglah sekarang aku sudah pake AUTOCAD ya....

Baca Selengkapnya ...

Sunday, February 17, 2008

Syaikh Qaradawi Dukung Boikot Produk Denmark, Iran Serukan Boikot Wikipedia


eramuslim - Senin, 18 Peb 08 09:51 WIB
Ulama terkemuka Syaikh Yusuf al-Qaradawi mengecam penerbitan kembali kartun-kartun Nabi Muhammad Saw oleh media cetak Denmark dan menyebutnya sebagai pelecehan dan upaya untuk memprovokasi umat Islam. Untuk itu, Presiden Persatuan Cendikiawan Muslim Internasional ini meminta agar umat Islam tetap tenang dan tidak terpancing dengan provokasi itu.

"Orang-orang itu sedang memprovokasi kita supaya terjadi protes di mana-mana. Umat Islam berhak untuk marah, tapi kami menyerukan agar umat Islam bertindak rasional, bijak dan tetap tenang, " himbau Qaradawi dalam sebuah program acara di televisi Aljazeera.

Ia mengingatkan umat Islam untuk melakukan cara-cara yang damai dan mengambil jalur hukum untuk memprotes pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad Saw.

"Kita harus bekerja sama dengan seluruh umat untuk menyeret mereka yang telah menerbitkan kembali kartun Nabi Muhammad Saw ke pengadilan dan kita harus bekerja keras untuk mendesak dikeluarkannya undang-undang yang melarang tindakan pelecehan semacam itu, " tukas Syaikh al-Qaradawi.

Qaradawi mendukung cara boikot produk Denmark sebagai salah satu bentuk protes. "Boikot terhadap produk-produk Denmark harus diaktifkan kembali, " tandasnya.

Boikot terbukti efektif ketika seluruh umat Islam di dunia melakukannya dalam kasus kartun serupa pada tahun 2005 lalu. Boikot itu menyebabkan perusahaan-perusahaan Denmark rugi sebesar 1, 5 juta per-hari. Perusahaan Denmark yang paling besar terkena dampak boikot adalah perusahaan produk peternakan Arla Food, dan membuat mereka ikut mengecam penerbitan kartun Nabi Muhammad Saw serta meminta boikot dihentikan.

Iran Serukan Boikot Wikipedia

Saat ini, sebenarnya bukan hanya media cetak Denmark yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad Saw, tapi juga situs ensiklopedia Wikipedia. Wikipedia sebenarnya sudah menerima 180.000 email-email protes yang meminta agar pengelola Wikipedia menghapus gambar-gambar kartun tersebut, namun Wikipedia menolak permintaan itu.

Melihat sikap Wikipedia, negara Iran menyerukan agar umat Islam memboikot Wikipedia dengan tidak mengaksesnya, sebelum pengelola Wikipedia menghapus gambar sosok Nabi Muhammad Saw dalam situsnya. (ln/presstv/iol)

Baca Selengkapnya ...