Wednesday, May 23, 2012
Sapaan Galau
Friday, August 6, 2010
[Diary Kenangan] Jilbab Pertama Ku

7 Juli 2003
Hari ini untuk pertama kalinya aku menggunakan seragam sekolah kebanggan kami dengan cara yang berbeda
Gugup, aku agak kuatir dengan reaksi teman – teman yang akan kutemui nanti, aku takut mereka mencibir.
Memakai pakaian ini serasa memanggul beban berat di pundakku, aku takut setiap gerak gerik ku akan berpengaruh pada reputasi muslimah kebanyakan, aku yang ceroboh, yang tak bisa diam. Semoga mereka dapat berfikir dengan bijak bahwa kalau aku belum bisa bersikap baik karena ini aku. Tidak semua muslimah seperti aku.
Namun ketakutan ku tak menyurutkan niat ku tuk melanjutkan langkah ku berbaju muslimah, menutup aurat. Alhamdulillah.
Setelah mematut diri didepan cermin, ku kembangkan senyum kubalikkan badan memandang satu persatu teman – teman sekamar ku. Senyum mereka memberi kekuatan tambahan untuk menjalani hari tanpa beban. Terima kasih.
Selain hari pertama mengenakan jilbab, hari ini adalah hari pertama aku menjadi siswa kelas empat salah satu sekolah menengah kejuruan, kelas empat? Agak aneh ya, di sekolah ku ada ekstra 6 bulan untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan di industri yang lebih dikenal dengan sebutan On The Job Training, dan diakhir semester akan ditutup dengan sidang tugas akhir sama persis dengan skripsi untuk mendapat gelar sarjana.
Karena lokasi OJT yang cukup jauh dengan rumah, aku bersama ke empat teman yang lain memilih ngekos didekat tempat OJT. Dan hari ini hari pertama aku menginjakkan kaki diperusahaan perkapalan terbesar di Indonesia bahkan dengar dengar ini adalah galangan kapal trebesar seasia tenggara.
Aku kaget, hampir tak percaya pada sambutan teman – teman yang ku temui di tempat OJT saat kami semua dikumpulkan di depan halaman diklat PT. PAL. Teman – teman yang sudah terlebih dahulu mengenakan hijab menyambutku dengan pelukan hangat yang menenangkan, begitu pula ucapan selamat dari yang lain.
Teman – teman pria pun menatap ku dengan wajah sumringah, celetukan celetukan mereka menjadi dukungan yang berarti untuk ku.
Kilasan – kilasan kenangan masa lalu kerap hadir mengingatkan ku akan arti indahnya ukhuwah, meskipun hanya secuil senyum yang tulus, itu berarti dukungan yang besar. Pelukan hangat dari saudara dapat menenangkan hati yang gelisah.
Terima kasih teman telah memberi warna dalam hidup ku. Menguatkan ku dalam langkah ku.
Suci
Wonoayu, 6 Agustus 2010 15.14
Di sela sela menunggu tamu kantor yang tak kunjung datang, apa ditinggal pulang aja ya…
^_^
Tuesday, April 8, 2008
Lets Exercise Our faith & trust!
Al Baqarah 286
On no soul doth Allah place a burden greater than it can bear. It gets every good that it earns, and it suffers every ill that it earns. (Pray:) "Our Lord! Condemn us not if we forget or fall into error; our Lord! Lay not on us a burden like that which Thou didst lay on those before us; our Lord! lay not on us a burden greater than we have strength to bear. Blot out our sins, and grant us forgiveness. Have mercy on us. Thou art our Protector; help us against those who stand against Faith."
A man was sleeping at night in his cabin when suddenly his room filled with light, and Angle appeared. Angle told the man He had work for him to do, and showed him a large rock in front of his cabin.
The Angle explained that the man was to push against the rock with all his might. So, this the man did, day after day. For many years he toiled from sun up to sun down,
his shoulders set squarely against the cold, massive surface of the unmoving rock, pushing with all of his might. Each night the man returned to his cabin sore and worn out, feeling that his whole day had been spent in vain.
Since the man was showing discouragement, the Adversary (Satan) decided to enter the picture by placing thoughts into the weary mind:
"you have been pushing against that rock for a long time, and it hasn't moved."
Thus, giving the man the impression that the task was impossible and that he was a failure. These thoughts discouraged and disheartened the man.
"Why kill myself over this?" he thought. "I'll just put in my time, giving just the minimum effort; and that will be good enough."
And that is what he planned to do, until one day he decided to make it a matter of prayer and take his troubled thoughts to God.
"God," he said, I have labored long and hard in your service, putting all my strength to do that which you have asked. Yet, after all this time, I have not even budged that rock by half a millimeter. What is wrong? Why am I failing?"
Angle responded compassionately,
"My friend, when I asked you to serve God and you accepted, I told you that your task was to push against the rock with all of your strength, which you have done.
Never once did I mention to you that I expected you to move it! Your task was to push.
And now you come to me with your strength spent, thinking that you have failed. But, is that really so? Look at yourself. Your arms are strong and muscled, your back sinewy and brown, your hands are callused from constant pressure, your legs have become massive and hard.
Through opposition you have grown much, and your abilities now surpass that which you used to have. Yet you haven’t moved the rock. But your calling was to be obedient and to push and to exercise your faith and trust in my wisdom. This you have done.
Now I, my friend, will now move the rock."
******************************
At times, when we hear a word from God, we tend to use our own intellect to decipher what He wants, when actually what God wants it’s just a simple obedience and faith in Him. By all means, exercise the faith that moves mountains, but know that it is still God who moves mountains.
When everything seems to go wrong just PUSH!
When the job gets you down ... just PUSH!
When people don't react the way you think they should...just PUSH!
When your money looks "gone"; and the bills are due... just PUSH!
When people just don't understand you ... just PUSH
Sunday, February 10, 2008
BANGUUUUN!!!!
sejak tahun kedua aku kuliah di Fakultas teknik UMSIDA jurusan Tek. Industri bosan, jenuh dan capek mulai menghinggapiku, hari-hari kuliah yang dulu terasa menyenangkan hilang entah kemana, semangat demi menggapai gelar sarjana pun seakan menguap sedikit demi sedikit. kesibukan dan tekanan di kantor serta berbagai beban yang menggelayut semakin memperparah keadaan.
keluhan - keluhan yang dilontarkan teman-teman sekelaspun hanya berbalas senyum dan ucapan maaf.
bila dahulu aku tak mudah menyerah dalam mengerjakan tugas-tugas yang dihadiahkan para dosen, kini tidak jarang aku membiarkan teman-teman yang dengan senang hati menawarkan tangan mereka untuk mengerjakan tugasku dengan alasan "sesama saudara khan harus saling membantu!!" ^_^ tak lupa senyum termanis ku hadiahkan untuk mereka...
duh...
ternyata hal itu tak hanya dirasakan oleh ku, beberapa teman-teman pun merasakan hal yang sama, namun seharusnya itu bukan menjadi alasan untuk ku tenang-tenang dan memaklumi diri...
aku harus bangkit!!
tidak akan kubiarkan teman-teman terus menerus menertawakan IP ku yang semakin turun dan turun....
SUCI HARUS BANGKIT!!!
AYO SUCI, SEMESTER KEMAREN IP MU SUDAH HAMPIR TERKEJAR OLEH TEMAN-TEMANMU...
BANGUUUN!!!!!
BISMILLAH....
ALLAH SELALU BERSAMAKU, AKU PASTI BISA!!!! AMIIIN....


