Showing posts with label analisa keputusan. Show all posts
Showing posts with label analisa keputusan. Show all posts

Wednesday, May 21, 2008

Jalur Kereta Api

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang bermain. Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?

Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik secara moral maupun emosional.

Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yang aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut. Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan menyesalkan kejadian tersebut.

Seorang teman yang men-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.

Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat. Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut. Disamping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus dibuat. Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar. "Ingatlah bahwa sesuatu yang benar tidak selalu populer dan sesuatu yang populer tidak selalu benar".
cerita ini telah disebarkan melalui milis

Baca Selengkapnya ...

Monday, March 10, 2008

Masalah

Pengambilan keputusan terjadi setiap saat sepanjang hidup kita, baik itu untuk sebuah masalah sepele seperti baju apa yang akan kita kenakan hari ini, seorang ibu menimbang - nimbang akan memasak apa untuk sarapan hari ini atau bahkan sebuah keputusan yang sangat penting dalam hidup kita seperti kemanakah kita setelah lulus sekolah / kuliah, atau memilih pasangan hidup.
Ketidaktahuan dalam pengambilan keputusan dapat mengentarkan kita pada dua konsekuensi BAIK atau BURUK, bila keputusan yang kita ambil tepat maka keuntungan yang akan kita dapat namun… bila kita memilih keputusan yang BURUK RESIKO yang akan kita tempuh.
nah sebenarnya apa sich yang mempengaruhi dalam suatu pengambilan keputusan??
Dalam mengembil suatu keputusan kita akan melalui tiga tahapan yaitu pendefinisian masalah, menemukan alternatif - alternatif solusi atas masalah dan yang terakhir adalah penentuan alternatif terbaik untuk memecahkan masalah kita.
Namun saat ini saya ingin mengupas mengenai langkah pertama untuk mengambilan keputusan.

Pendefinisian masalah, menurut saya masalah adalah suatu situasi dimana kita tidak nyaman. bila kita tidak bisa mendefinisikan masalah akibatnya tentu akan fatal karena bisa jadi kita tidak akan sanggup mencari solusi yang tepat untuk masalah kita.
Suatu masalah bagi kita bisa jadi bukan suatu masalah untuk orang lain atu bahkan peluang bisnis, disini karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda - beda tergantung pada latar belakang dan tujuan masing - masing individu, tidak percaya??
Macet, tentu untuk seorang bisnisman ini masalah besar karena macet membuat waktunya benyak terbuang dijalan karena mobilnya terjebak macet, namun untuk pedagang asongan, tukang ojek, pengemis hal itu bisa jadi lahan rezeki mereka.
Atau anak anda sedang sakit gigi, bagi anda dan penjual permen ini musibah, anda harus mengobati anak anda yang artinya pengeluaran ekstra untuk kedokter dan bagi pedagang permen dia kehilangan pelanggan setianya karena sudah barang tentu
anda akan melarang anak anda membeli permen, namun dokter mendapat keuntungan karena anda berobat dan memberikan dia tambahan rupiah.
Intinya adalah setiap orang yang memiliki latar belakang dan tujuan berbeda maka akan berbeda pula caranya memandang sesuatu yang anda anggap masalah, kalau anda seorang kepala produksi dan anda merasa bahwa pekerjaan di bagian produksi terlalu banyak jangan bertanya solusi pada bagian marketing, karena bagi dia semakin banyak proyek yang dia dapat berarti bertambah pula bonusnya. ^_^

Baca Selengkapnya ...