Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Thursday, July 28, 2011

Tips Puasa



Kurang dari seminggu kita akan memasuki bulan puasa nih sahabat, saya mau berbagi tips puasa, tips ini saya dapat dari twitter DiaryKiranti, selanjutnya silahkan simak tips - tipsnya semoga manfaat dan puasa kita diterima oleh Allah.
  • Sarapan kaya akan protein akan membuat kita kenyang lebih lama dengan asupan kalori yang lebih sedikit.
  • Usahakan cukup tidurnya agat tidak membangunkan hormon pemberi sensasi lapar.
  • Sahur dengan makanan yang hangat, agar merangsang keluarnya enzim pencernaan.

Baca Selengkapnya ...

Tuesday, July 26, 2011

Ramadhan ceria

Ramadhan tiba, Ramadhan tiba...

Lirik lagu Om Opick akhir – akhir ini terus terngiang – ngiang diotak, ya gimana engga hampir tiap hari lagu ini selalu berada di daftar putar winamp. Sengaja beberapa bulan terakhir ini memang ingin mengkondisikan diri untuk membawa aura Ramadhan datang lebih awal, ^_^ maksa. Tapi sebenernya, meski ga dipaksa ramdhan juga bakalan datang kok, minggu depan gitu.

Yap, minggu depan sodara – sodara, Ramadhan sudah diambang pintu. Ups, Btw siapa kah gerangan sih Ramadhan ini, kenapa juga orang – orang musti nunggu – nunggu dengan antusian kehadirannya? Yeee, dia bukan orang kali. Capek Deh! ^_^’.

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, September 1, 2010

BARU



Ramdhan masih seminggu lagi, artinya Ramdhan karim segera pergi. Sesak dan sesal menyelimuti. Namun aroma Idul Fitri seolah telah sampai di ujung hidung. Hiruk pikuk persiapan lebaran mendadak mengaburkan sendu yang menyeruak kehilangan Ramadhan.

Godaan terbesar menjelang akhir Ramadhan. Malam - malam yang harusnya sibuk bermunajat menanti Lailatul Qadar dihabiskan dengan beramai - ramai mengunjungi tempat - tempat belanja, departement store dan mall - mall yang menyuguhkan mid night sale.


Iktikaf pun kini beralih lokasi, mall. Merdunya suara Qori' melantunkan ayat - ayat Al Quran terdengar lirih ditelinga dibandingkan dengan para pemilik toko yang menyerukan pesta diskon besar - besaran menyihir langkah - langkah kaki mendatanginya.

Akankah Ramadhan ini akan diakhiri dengan pesta serba baru?

Bukan hati dan semangat baru, namun baju baru, kerudung baru, sepatu baru, sandal baru, mukena baru, baju koko baru, peci baru, sarung baru. TAMPILAN BARU.

Hanya itu kah?

Perih, disaat Ramadhan kita belajar merasakan perihnya lapar saudara kita yang kekurangan, diakhiri dengan mencemooh mereka dengan TAMPILAN serba BARU yang notabene sulit mereka dapatkan.

Ramadhan, Jangan tinggalkan aku dalam keBARUan yang semu.



Suci

Wonoayu, 2 September 2009 11.29

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, September 2, 2009

Bocah Misterius





Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.
Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda denganberjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.


Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.
Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.
Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. "Bismillah..." ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu..
Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. "Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.
"Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu.."
Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. "Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinanpada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian...!?" Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.
"Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.
Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...! Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?
Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan...,jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak...."
Wuahh..., entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.
Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.
Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Milis sebelah

Baca Selengkapnya ...

Thursday, August 20, 2009

Kembali ke Fitrah Diri




Allah,,,, mata ini perlahan basaha saat mematut dicermin kaca
Mengingat jutaan dosa yang di undang oleh sorotnya
Mata yang belum juga terjaga dari hal2 yang Engkau haramkan
Mata yang masih sering memandang sinis kepada saudara seiman
Mata yang sering bersorot tajam meninggalkan benih luka dihati insan.
Ahh,,, sungguh mata ini masih sering meluakai hati saudara hamba.
Akankah mata ini selamat dari tusukan besi panas-Mu di neraka


Ya Allah Mulut ini,,,
Mulut yang masih sering mengucapkan kata sia2, dusta, fitnah, ghibah, Mengadu domba sesame saudara.
Mulut yang masih jua tak bisa menghindar dari mencela, didepan ataupun dibelakang saudara hamba.
Ya Allah,,,
Sungguh lisan ini telah menorehkan sejuta dosa
Akankah dari lidah ini, Mengalir nama-Mu di penghujung usia hamba
Akankah dari mulut yang nista ini, Menyebut kata LAA ILAAHA ILLALLAAH…………..
Di akhir desah nafas hamba
Atau mulut inikah akan kaku, berdiam dalam pilu dan sejuta ketakutan
Di saat Izrail-Mu datang menjemput hamba

Ya Allah, tubuh ini
Tubuh ini akan selamatkah siksa Jahannam-Mu ya Allah…
Tubuh yang tanpa sengaja masih memperlihatkan auratnya
Tubuh yang masih sering berjalan angkuh dihadapan manusia

Bagaimana lagi dengan tangan ini ya Allah,,,
Tangan yang masih jua menyimpan harta fakir dan miskin yang Engkau titipkan kepada hamba.
Tangan yang masih enggan untuk mengeluarkan sodaqoh kepada hamba-Mu yang membutuhkannya
Tangan yang masih ringan memukul anak, amanah yang Engkau titipkan kepada hamba.

Ya Alllah,,,
Kini Ramadhan-Mu ada dihadapan kami
Ramadhan yang Engkau hadiahkan dengan segenap pengampunan-Mu
Sampaikan kami kepadanya ya Allah.
Agar terbakar semua dosa yang pernah kami lakukan.
Sampaikan kami bersama jiwa dan raga kami.
Bakar segala dosa, Hasat, dengki, benci, amarah, dendam, malas, serakah,
Bakarlah semua dengan ampunan-Mu yang meliputi semesta
Siramilah hati,,,
Dengan segenggam taat, sabar, syukur,
Dan qona`ah yang tiada berhujung
Dan ridu kepa-Mu yang tiada bertepi.
Hingga akhirnya,,,
Kami sampai kepada Syawal-Mu
Dengan fitrah dan kepasrahan diri
Milis Pembacaasmanadia

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, August 19, 2009

Ramadhan Tiba


Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh ..


Tiada yang sempurna ,

kecuali Allah Yang Maha Kuasa

Tiada yang kekal makhluk didunia

Salah dan dosa pasti ada  diantara kita

Pintu ma'af adalah jalan ke syurga

Allah Maha Pengampun terhadap makhluknya

Ungkapan yang tulus dari lubuk hati terdalam

 quran013.jpg

  Ramadhan sudah diambang pintu,
Jika Allah berkehendak insyaAllah kita akan menemui Ramadhan penuh barokah.
Semoga gelar taqwa Insya Allah akan menjadi milik kita yang
berharga sebagai modal langkah kita selanjutnya
Salah paham, kesedihan, ego, sakit hati, adalah proses
dari kehidupan kita.
 

 

Semoga dengan puasa mempertemukan kita dengan Keagungan Lailatul Qadar dan

kita semua menjadi pilihanNya untuk dikabulkan do'a - do'a dan
kembali menjadi fitrah
Amien..


 
SUCI

Mengucapkan ,

 

MOHON MAAF LAHIR & BATIN

F102357~Little-Girl-with-Pray-Rock-Posters.jpg

 

Wassalam



Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...
Bersyukurlah bila kamu tidak tahu sesuatu, karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...
Bersyukurlah untuk masa2 sulit, karena dimasa itulah kamu tumbuh ...
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
AYO saatnya BeRsYuKur, jangan MeNgELuH ...
^_^ Suci ^_^


Baca Selengkapnya ...

Monday, July 6, 2009

SAVE OUR RAMADHAN

Selamatkan Ramadhan Kita, dari apa ya? dari banyak hal, yang harus kita selamatkan, diantaranya nih ...

1. Selamatkan Ramadhan ini dari persiapan kita yang gak matang

Ramadhan ini tamu agung, ibarat tamu besar yang akan datang berkunjung membawa banyak hadiah, apa gak malu kitakalo cuma nyediain persiapan yang ala kadarnya. Nah persiapannya misal memulai dengan puasa suunah dibulan sya’ban, mengkaji lagi fiqh puasa, memantapkan niat untuk menjadikan Ramadhan ini JAUH LEBIH BAIK drpd Ramadhan lalu, maaf-memafkan dll.




2. Ramadhan ini bulan pengampunan.
So selamatkan Ramadhanini dari kesia-siaan, saya percaya bahwa ternyata dosa-dosa masih lebih banyak dibanding pahala kita. Nah, mumpung akan ada “tamu” yang bisa ngehapus tuh dosa, makakita harus manfaatin sebesar-besarnya dengan taubat danminta ampun, jangan banyakin dengan hal yg sia-sia apalagi maksiat.

3. Ibarat pasar, nah nih bulan lagi musim obral pahala, dan gampang dapetin Surga-Nya, so jangan jadi orang yang diam aja gak ngelakuin ashanu amala, tidur kelamaan, ngobrol gak jelas, main kartu, nge-game dll, mending ke masjid baca Al-Qur’an, ikut kajian2 tafsir, bantuin TPA, tarawihan, bantuin ta’jilan, sedekah, infaq, dakwah dan lain-lain. Banyak hadits yang mengabarkan amal-amal dibulan ini berlipat-lipat balasannya. So, selamatin nigh bulan puasa dari ketertinggalan qta untuk mengambil peluang amal sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya.

4. Trus selamatin lagi puasa kita dari CACAT, missal ngomongin orang lain a.k.a Ghibbah, trus ngelihat aurat, bohong, dan semuanya yang kata Rasulullah kita bakalan cuma dapat laper dan haus doang klo ngelakuin kegiatan2 tadi. jadikan Puasa kita shemPOerNa.ocre!

5. Mumpung belum masuk Ramadhan, tekadkan diri untuk nyelamatin Ramadhan kita dari perasaan bersalah saat berada dipenghujung Ramadhan nantinya. Kita gak tahu kan, bisa jadi ini the last Ramadhan buat kita :(

Terakhir, selamat Menyelamatkan Ramadhan, semoga kita jadi umat yang beriman

Baca Selengkapnya ...