Thursday, June 24, 2010

Sleeping Beauty ala Icus



Tersebutlah seorang pangeran sedang dalam perjalanan mencari cinta sejati, ia telah menempuh ribuan kilo meter dari kerajaannya, mendatangi puluhan putri namun tak seorang pun yang membuat hatinya bergetar. Hingga ia mendengar sebuah kabar bahwa disuatu tempat ada seorang putri cantik jelita baik budi dan lemah lembut, namun sayang sang putri cantik sedang ti cantik jelita baik budi dan lemah lembut, namun sayang sang putri cantik terkena kutuk penyihir jahat, ia tertidur bertahun – tahun lamanya menunggu pangeran yang membawa cinta sejati untuknya. Satu cara untuk membangunkan putri cantik adalah dengan dicium oleh sang pangeran.

Mendengar kabar tersebut sang pangeran segera bergegas menuju tempat sang putri. Untuk mencapai tempat itu ia harus melalui berbagai rintangan yang tidak mudah, dengan gagah berani semangat baja ia tumpas semua yang menghalangi langkahnya, ia singkirkan rintangan demi rintangan. Akhirnya ia pun sampai ditempat itu.

Ia tiba disuatu hari dimana orang – orang tengah sibuk dengan urusan mereka sendiri – sendiri hingga tak memperhatikan kehadiranya. Ketika turun dari kuda ia mencium bau sedap dari sebuah rumah asri dengan bunga warna warni menghiasi halaman, perutnya mengeluarkan suara nyaring, ternyata sang pangeran lapar setelah menempuh perjalanan jauh.

Diikutinya jalan setapak menuju rumah asri, pintunya tak tertutup hingga ia masuk tanpa permisi. Memasuki ruangan demi ruangan, hingga matanya tertuju pada satu titik, sebuah peti mati indah berwarna merah muda. Peti itu tak tertutup, bergetar langkahnya, pelan ia dekati peti mati.

Wajah seorang wanita muda yang cantik terlihat sedang tidur dengan pulasnya, dengkuran halus terdengar merdu ditelinga pangeran. ia pun dapat mencium bau harum aroma bunga yang sama dengan di halaman rumah seolah putri tidur ini baru saja bermain – main dengan bunga. Pangeran terpesona oleh kecantikan putri.

Pangeran berjongkok disamping peti matanya tak lepas dari wajah cantik sang putri, tidur aja cantik gini apalagi kalo bangun yah, pikir pangeran. didekatkannya wajahnya dengan wajah sang putri, jarak wajah mereka hanya sejengkal ketika tiba – tiba.

“PLAK!”

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi pangeran, ia kaget bukan kepalang melihat sang putri yang tiba – tiba membuka mata, bahkan sebelum ia menciumnya.

“Lho kok sudah bangun, khan belum dicium?”

“Dasar laki – laki tidak sopan”

Seorang perempuan tengah baya datang tergopoh – gopoh sambil membawa pisau dan sutil yang meneteskan minyak goreng, aroma sedap mengikutinya. Melihat sang pangeran sedang berdiri mematung wanita yang dipanggil Ibu tersebut mengacungkan pisaunya kearahnya.

“Siapa kamu, mau apa?”

Sang pangeran pun menjelaskan maksud kehadirannya ketempat tersebut.

“Sleeping beauty, dikampung sebelah”

“Ini cuma peti mati pesanannya saja” jelas sang wanita yang dikira sleeping beauty.

Jadi sodara – sodara, wanita muda itu anak dari pengrajin kayu yang mengerjakan peti mati baru untuk sang sleeping beauty, karena sang pangeran telah jatuh cinta pada wanita muda tadi, ia membatalkan niatnya membangunkan the real sleeping beauty dan menyunting anak pengrajin kayu, memboyong keluarga itu untuk tinggal dikerajaan.




Terispirasi dari acara workshop menulis nasional Asma Nadia.

Wonoayu 16.15 24 juni 2010

Suci

Baca Selengkapnya ...

Friday, June 11, 2010

Thank You


Awal lihat iklan drama ini di tivi sebenarnya tidak terlalu berminat, gara – gara judulnya ”Thank You” rasanya kok terlalu biasa dan sama sekali tidak menarik. Tapi karena jam segitu adalah jam – jam prime time dan sebagian besar televisi kita menyiarkan sinetron aku tidak punya pilihan lain selain menontonnya. Apalagi aku termasuk “Korean drama addict”, meski awalnya tidak terlalu banyak berharap pada drama ini, ya kupikir ini drama biasa, mungkin drama komedi. Tapi dugaan ku meleset, di episode pertama mataku langsung dibuat berurai air mata.

Cerita ini berawal dari kematian kekasih dokter Min Ge Seo. Sebelum meninggal sang kekasih memintanya untuk menyampaikan maaf pada sebuah keluarga, yang karena kekurangtelitiannya ia telah menyebkan seorang gadis kecil kerkena HIV/AIDS.
Yang ku suka dari drama korea adalah selalu ada pesan yang disampaikan, di film ini pesannya sangat mengena, dan cukup mendidik penonton mengenai proses penularan HIV/AIDS. Bahwa HIV/AIDS tidak mudah menular hanya karena mereka hidup dan tinggal bersama pengidap HIV/AIDS.


Kembali pada cerita drama berjudul “Thank You”, setelah kematian kekasihnya dan keputusan kontroversinya, memaksa mengoperasi kekasihnya yang sekarat, ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dan membantu Ibunya dalam mengelola bisnis. Ia mendapat tugas dari Ibunya membantu salah satu karyawan terbaiknya untuk melakukan riset di sebuah pulau untuk nantinya akan membangun resort di sana, kampong halaman sang karyawan terbaik.



Di pulau biru itu dokter Min tidak sengaja bertemu seorang kakek menggendong boneka teddy, ia mengenali boneka tersebut adalah boneka yang dibeli kekasihnya untuk gadis pengidap HIV/AIDS sesaat sebelum kematiannya. Ia berusaha mengambil boneka tersebut namun usahanya malah membuatnya terikat pada keluarga tersebut.

Sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang Perempuan muda yang harus menghidupi keempat anggota keluarga lainnya, seorang gadis kecil super duper aktif namun sangat cerdas bernama Lee Bom, seorang adik laki-laki yang tengah menempuh pendidikan diluar pulau dan kakek pikun.

Sampai suatu ketika pada moment yang sangat menyentuh ia menemukan Lee Bom mimisan, sang Ibu tidak beranjak membantu membersihkan hidungnya ia juga melarang Suk Hyun yang saat itu berada disana membantu Lee Bom. Sang Ibu Lee Yung Shin malah mengingatkan Lee Bom peraturan yang harus selalu diingat Lee Bom saat berdarah. Bahwa ia tidak boleh menerima bantuan dari siapa pun juga kecuali Ibu dan gurunya. Dokter Min yang melihat kejadian tersebut dari jauh ingat akan pesan mendiang kekasihnya dan menyadari bahwa Le Bom lah gadis kecil yang dimaksud kekasihnya.

Suk Hyun sang karyawan terbaik adalah cinta pertama Lee Yung Shin, terkejut menemukan Lee Young Shin memiliki seorang anak, ia mulai berfikir mungkin kah Lee Bom adalah anaknya, namun Yung Shin menyangkal dan mengatakan bahwa Lee Bom bukan anak Suk Hyun. Ibu Suk Hyun mengetahui keadaan itu menyodorkan beberapa laki – laki untuk Yung Shin dan mengancam akan mengusir keluarganya.



Yung Shin bisa saja pergi dari pulau itu, namun kakeknya tidak mau pergi dari pulau karena anak dan istrinya meninggal di laut, dengan terpaksa ia menyetujui rencana Ibu Suk Hyun, perjodohan yang pertama gagal sebab Tuan Park tak sanggup merawat kakek pikun dan Lee Bom yang cerewet.

Perjodohan selanjutnya digagalkan Dokter Min karena laki – laki itu mata keranjang dan hanya menginginkan kebun jeruk Yung Shin. Saat itulah Dokter Min menyadari bahwa Ia telah jatuh cinta pada Ibu Lee Bom. Namun Yung Shin seorang single parent dan belum pernah menikah merasa dokter Min terlalu bagus untuknya yang hanya perempuan desa.

Tiap – tiap moment dalam drama ini digarap begitu indah dan menyentuh, melihat perubahan seorang dokter terkenal yang sombong dan acuh menjadi malaikat pelindung sebuah keluarga kecil di pulau pelosok.

Cara dokter Min mengangkat kepercayaan diri Yung Shin sangat mengagumkan. Ia tidak sepenuhnya membantu Yung Shin dalam menyelesaikan setiap permasalah yang Yung Shin hadapi ketika penduduk desa mengetahui Lee Bom mengidap HIV, tapi ia membuat Yung Shin bangkit dan berdiri dengan kakinya sendiri, meyakinkan Yung Shin bahwa Lee Bom sama dengan anak – anak yang lain, ia hanya berbeda. Seperti ada anak yang punya kaki lebih pendek, berhidung juling, dan Lee Bom berbeda karena mengidap HIV.

Yung Shin pun berubah, dari seorang perempuan baik hati, rendah diri dan biasa menerima semua perlakuan dari orang – orang disekitarnya, kini berdiri didepan orang – orang desa dan mengatakan semua keyakinannya.

Drama ini sendiri menerima penghargaan dari salah satu lembaga di dunia karena telah mengangkat isu social tentang HIV/AIDS, “Thank You” juga telah melakukan pendidikan pada penonton untuk tidak mengucilkan para penderita HIV/AIDS.




Disamping ceritanya yang sangat bagus (menurut saya) banyak sekali pesan moral yang diberikan, yang sangat jarang sekali ditemukan jika menonton sinetron kita yang monoton melulu tentang cinta beda kasta, dimana pemeran antagonisnya dibuat seolah – olah tak memiliki hati nurani dan peran prontagonisnya ditakdirkan selalu menerima dengan ikhlas semua peristiwa tidak menyenangkan yang ditujukan padanya, bahkan ada satu sinetron yang dengan sangat menjengkelkan sang tokoh utama diplot sangat lugu dan bodoh, takut untuk bersuara hanya karena dipelototi. Fuih…

Semoga dikemudian hari muncul sineas – sineas dan tokoh – tokon persinetronan di negeri ini yang lebih bertaggung jawab dan dengan bijak menyuguhkan tontonan yang lebih mendidik, bermutu dan berkualitas. Tak hanya mementingkan komersialisme.
Semoga bukan mimpi disiang bolong.

Wonoayu, 16.19
Jumat, 11 Juni 2010

Baca Selengkapnya ...

Monday, May 31, 2010

Mavi Marmara

Berikut adalah photo - photo koleksi facebook mbak Sinta Yudisia yang diambil dari kapal Marvi Marmara sebelum diinvasi oleh militer israel,


Shalat berjamaah


Tilawah, selama perjalanan jangan sia-siakan waktu



Ya Ukhti, bagaimana engkau bisa berada disana?
Keberadaanmu disana membuatku cemburu


Brieving


Makan bersama saudara seperjuangan


Baca Selengkapnya ...

Tuesday, March 23, 2010

Syukur Nikmat



فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Begitu banyak kemudahan yang berikan dalam hidupku
Begitu banyak nikmat yang kurasakan
Begitu banyak kasih sayang yang melimpah ruah
Begitu banyak yang kuterima dalam hidupku

Kemudahan itu
Nikmat itu
kasih sayang itu
Semua yang kuterima dari Mu
Kuanggap sebagai hal biasa yang pasti akan dirasakan semua makhluk Mu
hampir lupa aku akan kata syukur

Ketika kesulitan datang
Ketika kesempitan menghimpit
Ketika sakit menjenguk
keluh kesah itu hampir tak pernah lalai kusampaikan

Rabbi...
Ampunilah hamba yang tak pernah puas akan nikmat yang berikan
Ampunilah hamba atas keluh kesah yang seakan tak pernah berkurang seiring

bertambahnya nikmat

Ya Rabb...
Nikmat manakah yang dapat ku dustakan??



Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (ArRahman)

Baca Selengkapnya ...

Monday, January 4, 2010

BINGKISAN UNTUK PARA DOKTER



Karena Islam agama yang syâmil mutakâmil, merambah seluruh sisi kehidupan, tidak sedikit ulama Islam juga seorang dokter. Dulu, tercatat Al-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu Rusyd, Ibn Al-Nafis, Ibnu Sina, dan lainnya. Yang Paling Masyhur adalah Ibnu Sina dengan Al-Qanun fi Al-Tibbnya (Canon of Medicine) yang kini masih menjadi referensi sekolah kedokteran di Eropa. Begitu juga dengan Ibn Rusyd dengan Al-Kulliyat fi Al-Tbbnya (Colliyet). Mereka adalah para ulama, mereka juga para dokter. Itu dulu. Sekarang, di Mesir, saya menemukan fenomena dokter Muslim masa kini. Pertama, dari segi tempat kerja, rumah sakit di Mesir banyak yang terletak langsung di samping masjid atau bagian dari masjid.

Kedua, dari sosok dokternya, ada yang dia juga seorang ulama, imam 30 juz tarawih Radamadan, Qari Al-Quran, hingga penggerak gerakan Islam melawan Zionis-Yahudi.
Kisah awalnya, saya suka mengkaji isu hangat kondisi negara-negara dunia Islam, sebagai salah satu bentuk kepedulian sesama Muslim. Setelah membaca banyak analisa para analis Timur Tengah, saya menemukan setiap analisa Dr. Raghib Al-Sirjani lebih mengalir, runut, padat, tajam, solutif, dan aplikatif.

Selain analis dunia Islam, Dr. Raghib juga ahli sejarah. Di bidang dakwah, pada tahun 2007, beliau meraih juara pertama pada lomba internasional menulis buku Rasul Sang Penyayang. Di tahun 2009, beliau meraih Nobel Mubarak bidang Dirasah Islamiah (Penelitian Keislaman) dengan bukunya “Mazâ Qaddamal Muslimûna lil ‘Alam” (Apa yang Telah Diberikan Umat Islam untuk Dunia). Setelah beberapa lama berhubungan dengan karya-karya beliau yang tertulis maupun orasinya, saya tertegun mengetahui profilnya lebih dekat, ternyata Dr. Raghib juga seorang dokter spesialis profesional.

Ketika kondisi Palestina carut-marut dililit gurita konspirasi Zionis Yahudi, saya sempat mengkaji sosok tokoh yang tak asing lagi di taman syuhada Palestina. Tokoh yang memenuhi janjinya pada Allah. Ketika ditanya tentang tantangan, dengan bahasa Inggris yang fasih beliau menjawab, yang artinya, "Jika aku harus memilih antara mati dengan serangan jantung atau serangan Apache, maka aku lebih memilih mati luluh lantak diserang Apache." Dan benar, pemimpin Hamas pengganti Syekh Ahmad Yasin ini akhirnya syahid dengan hantaman rudal Apache. Ialah Al-Syahid Abdul Aziz Al-Rantisi. Yang membuat saya tertegun, ternyata beliau adalah juga seorang dokter dari Palestina yang menyelesaikan Masternya di Universitas Kedokteran Alexandria, Mesir.

Kita beranjak ke bulan Ramadan di Mesir. Ketika di Mesir setiap orang bisa mencari masjid idamannya di bulan Ramadan, untuk shalat Tarawih di belakang imam idaman yang tersebar di banyak masjid, ada satu masjid yang dulu termasuk diincar oleh Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir). Namanya masjid Hasan di Tsamin, Kairo. Yang membuat masjid ini meraup banyak jamaah dari orang Mesir hingga Masisir adalah imamnya yang bernama dr. Khalid Abou Syadi. Imam satu Juz setiap shalat Tarawih dalam 8 rakaat, sehingga di akhir Ramadan genap 30 Juz berjamaah. Beliau menghayati bacaan dan suara beliau melantun indah. Irama bacaan yang tidak dibuat-buat, tapi terpancar dari makna. Saya semakin kagum pada sang imam setelah menyelami karya-karya tulisnya yang menyentuh hati dan menggerakkan. Salah satu bukunya yang mendapat sambutan hangat berjudul, "Al-Shafaqât Al-Râbihah, Kaifa Tahjiz Maq‘adan fil Jannah" (Transasksi Menguntungkan, Bagaimana Anda Memesan Sebuah Kursi di Surga). Masih banyak buku beliau lainnya, yang sebagiannya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Setelah banyak berinteraksi dengan karya beliau, yang membuat saya lagi-lagi tertegun adalah, ternyata beliau juga seorang dokter.

Memasuki Ramadan yang lalu (1430 H), saya menghadiri Rukyah Hilal yang diadakan setiap tahunnya oleh pemerintah Mesir, mengundang Mufti Negara Mesir, Syekh Al-Azhar, Wizarah Auqah, dan berbagai pihak lainnya. Acara besar yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV Arab. Acara pun dibuka oleh seorang Qari Mesir yang sangat terkenal, bernama Syekh Nuaina'. Suara beliau melantun begitu indah dan menyibak makna. Sambil menyimak bacaan beliau yang sesekali membuat merinding, ada teman yang nyeletuk, "Syekh itu juga seorang dokter." Subhanallâh...

Masih banyak lagi dokter Mesir yang juga merupakan dai dan turut berkontribusi bagi umat Islam. Sebut saja dokter bernama dr. Zaghlul Al-Najar. Beliau termasuk terkenal di kalangan Masisir. I’jâzul Ilmi dalam Al-Quran secara ilmiah karangan beliau mewarnai perpustakaan Islam. Baru-baru ini, buku terbaru dari beliau terbit. Judulnya, "Risalati ilal Ummah" (Risalahku untuk Umat Islam). Dari sekian banyak buku keislaman karangan beliau, bisa dikatakan buku ini merupakan kesimpulan solusi dari pengamatan beliau, yang mencakup seluruh sisi kehidupan, mulai dari Al-Quran, manajemen negara, hingga umat Islam dan teknologi.

Para tokoh yang tertulis di atas merupakan barisan dokter yang benar-benar memahami bahwa tugas utama di dunia tidak hanya mengobati orang sakit, tapi tugas utama tetap beribadah secara total kepada Allah, sehingga perintah Allah untuk berdakwah, memegang teguh Al-Quran dengan menghafalnya secara utuh, dan sebagainya mereka jalani dengan sungguh-sungguh sebagai seorang hama Allah. Dan mereka sukses.




Tugas sebagai dokter juga mereka jalani sebagai bentuk ibadah pada Allah. Hasilnya, mereka adalah dokter, sekaligus mereka juga seorang imam masjid yang menyentuh, Qari yang menyibak makna, dai yang menggerakkan umat, bahkan pemimpin gerakan Islam yang menjemput syahid. Mati syahid yang menghidupkan umat. Nah, bagaimana dengan dokter-dokter di negeri kita? Ya Rabb...


Diambil dari milis Pembaca Asma Nadia

Baca Selengkapnya ...

Thursday, December 17, 2009

Muhasabah Dodol Mbak Icus ^_^



Setelah baca catatannya mbak Wulan di milis menggugah niat ku untuk menulis kembali. Setelah diingat-ingat rasanya sudah lamaaaaaaaaa sekali diri ku tidak membuat resolusi tahun baru (ya iyalah gmana ga males, kalo akhirnya resolusi hanya jadi resolusi, kalo tahun baru udah lewat sebulan, lupa ama resolusinya ) tapi sebelum itu muhasabah dulu deh ye... Muhasabanya dimulai dari hilangnya kebiasaaan - kebiasaan baik yang dulu sempat ku punya dan hampir membuat teman - teman ku ngiri abis.

Puasa sunnah yang dlu adalah ibadah yang hampir tak pernah absen minimal dua hari sebulan kini hampir blas, paling sekali-sekali kalo pas pengeeeeeeeen banget, baru deh puasa. Qiyamul lail, beh ini lagi. sejak kuliah tahun kedua knapa dirikyu mulai ancur-ancuran yach??? usut punya usut, itu karena sejak tahun kedua kuliah aku udah ga ngaji lagi alias absen halaqah.

Sebenernya sih abis lebaran idul fitri kemaren udah dapet tempat ngaji di perumahan tempatnya ummu Faris, tapi...... sayang seribu sayang waktunya bentrok ama jam kantor, secara hari jumat, akhir minggu kerjaan seolah ga pernah ada habisnya dan ga bisa ditinggal dengan alasan URGENT!!!!! jadilah aku hanya smepet datang dihari pembukaan liqa, dan sudah hampir dua bulan absen lagi.... Maap ya Mom....

Oh ya, dlu aku pernah punya impian membuat perpustakaan mini dirumah, akhirnya untuk merealisasikan mimpi itu, aku membuat janji pada diriku, bahwa bila aku sudah bekerja nanti (ceritanya obsesi ini terjadi pada waktu masih nganggur dan kerjaannya dirumah baca buku, hasil minjem di perpustakaan Daerah Sidoarjo) setiap bulan aku musti beli buku minimal satu buku. akhirnya sih iya setiap bulan pasti beli buku tapi ya itu, setahun kok ya buku ku kok masih segitu aja, padahal kalo duit masih sisa di akhir bulan pasti dibeliin buku, jadilah kadang sebulan beli tiga buku... Ternyata sodara-sodara beberapa buku ku emang tidak kembali setelah di pinjem teman-teman ku.

Nah cerita itu juga berawal dari mimpi ku yang laen... Secara sebagai muslim punya kewajiban untuk berdakwah, sedangkan diriku sadar bahwa aku orangnya tidak pandai berbicara dan tawaran untuk ngisi liqa di skul ku tolak mentah-mentah karena aku tidak berani ( ga kuat tanggung jawabnya bo... ). Akhirnya aku menemukan cara yang lebih oke (menurut ku sih :-D :-P). Berdakwah dengan meminjamkan buku-buku islam. Namun ternyata.... buku-buku ku banyak yang hilang tanpa jejak, tapi berhubung niatnya dakwah, ya di ikhlasin aja, selama yg minjem bilang terus terang kalo bukunya ilang, lupa karena dipinjemin lagi ato apalah, yang peling sebel dan susah buat maapinya itu gara-gara udah buku ga balik ga minta maap, bilang balikin minggu depan, minggu depannya bilang minggu depannya lagi. di datengin kerumahnya, minta tlg temen yg rumahnya deket eh malah yg temen yg nolongin ngingetin malah di marah-marahain gila khan tuh anak. mana udah tak telpon berkali-kali malah nyodorin ke kakaknya buat jawab, aku di omelin lagi.
ampun deh sama anak yang atu ini. malah bikin ati tambah sakit, udahlah kuserahkan semua urusan ku dengan anak ini sama Allah aja, terserah yang pasti aku sama sekali tidak terima sama perlakuannya pada teman ku. fuih...

Eit, urusan buku belum selesai sampe disini, karena mimpi ku harus ku rem saat mulai kuliah. yupz budged beli bukunya terpaksa dipangkas bahkan nyaris hilang dilaihkan untuk urusan kuliah, mulai dari potokopy, ekstra bensin, seminar (yang ini bo'ong soalnya suci jarang-jarang mau ikut seminar kalo disuruh bayar, akhirnya milih jadi panitia biar g disuruh bayar, meskipun resikonya g konsen pas seminar karena sering diganggu tetek bengek keuangan alias urusan bayar - menbayar, ya iyalah org suci kebagian jadi bendahara). Nah berhubung ga ada yg dirubung (hua...ha...ha.... kalimat ini lama tak terdengar, ini biasa kudengar saat masih aktip di Sanggar Pramuka Dewa Ruci-Dewi Kunthi alias Dewa-dewi Perkapalan) kuliah udah selese, program sebulan minimal sebuku bisa dilaksanakan lagi, SIAP..... GRAAAAAKKKK....

Abis itu.... kebiasaan selanjutnya apa ya.... Bukan oey, bukan kebiasaan, tapi urusan masak-memasak, dlu sempet belajar masak, tapi belajarnya sama mami dan kakak, tapi lagi, lagi dan lagi setelah kesibukan baru dikampus dengan aktifitas organisasi segudang dan pindah kerja di perusahaan yang baru ini jadi ogah ke dapur kecuali terpaksa karena perut keroncongan tengah malam dan tak ada lauk yang bisa dimakan, itupun hanya buat omlet, nasi goreng dan mie instan atau ketika lagi ngidam (istilah kakak iparku, katanya aku kayak ibu hamil yg lagi ngidam kalo lagi pengen makanan, abis yg di pengen makanan yg aku pengen termasuk susah di cari) bubur sumsum, puding, kacang ijo ato makanan lain baru aku turun ke dapur.

Ya di penghujung tahun ini, aku ingin lebih baik lagi Menjadi hamba Allah, manjadi umat Rasulullah yang lebih taat, jadi anak yang lebih berbakti, menjadi adik dan kakak yang lebih sayang, ngerti dan peka akan kesulitan saudaraku. menjadi muslimah yang lebih shalihah.
Aku akan berusaha lebih banyak bersedekah, lebih banyak senyum, mengurangi kata-kata ketus, pedas, mengurangi sifat dominanku meski yang ini sepertinya susah. ^_^

SO, SUCIYATININGTIYAS... Besok tahun akan berganti, meski besok (Insya Alla) kamu tetap akan bertemu dengan mentari yang sama, orang sama, rumah yang sama, dan negara yang sama ruwetnya dengan hari ini, Kamu harus memancarkan energi baru, energi positif. Energi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Bismillah, dengan nama-Nya lah engkau akan memulai hari yang sama besok dengan semangat baru...


30 Dhulhijjah 1430
17 Desember 2009


Suci

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, December 9, 2009

Akhirnya Hanya Terima Kasih



Assalamu'alaikum

Shahabatku yang baik…

Bagaimana kebahagiaan mu hari ini? Semoga, ia selalu engkau peluk, dijaga dan dirawat agar betah bersama jiwa. Sehingga setiap kali anda dan saya berbersahabat dengan siapapun. Ada desakan dalam diri mereka menjadikan kita kawannya. Karena dalam cerahnya wajah yang kita tunjukkan, cerminan kebahagiaan dalam diri.

Tadi jam 11.40 setelah selesai perkuliahan, pulang menuju tempat istirahat. Saya bertemu dengan orang-orang yang mengabdikan dirinya demi kemanfaatan orang lain. Mereka telah memutuskan pekerjaannya pada bidang tersebut. Mungkin bagi kita dan kebanyakan orang, enggan untuk melakukan pekerjaan itu. Tapi bagi pribadi-pribadi bertanggung jawab, Kehalalan merupakan keberkahan terindah.


Sementara itu, bulan hijriah sedang kita jalani. Bagi ummat muslim ada perayaan besar bulan ini. Yaitu hari Raya Qurban. Musim ini juga banyak membawa berkah bagi penjual kambing dan sapi. Hewan qurban yang dijual tentu yang terbaik. Sebagaimana diperintahkan. Dan ini telah menjadi saksi sejarah terjadi pada habil dan qabil dalam pengorbanan mereka.

Sudah menjadi fitrah kita sebagai manusia. Naluri kita senang hal-hal yang indah dan baik. Buktinya, setiap hari kita berusaha untuk tampil prima. Ketika beranjak ketempat ibadahpun, kita dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik dan dengan wewangian. Sungguh hal yang jorok dan menjijikkan tidak kita senangi.

Begitulah dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang itu. Mereka bekerja dengan kondisi yang berbau, kurang nyaman dihidung. Mungkin bagi mereka telah menjadi hal biasa. Bertemu dengan indera penciuman saja, saya mungkin juga anda kurang nyaman. Bagaimana dengan mereka melihat dan bahkan bersetuhan dengan nya ?

Jejak langkah sentuhan mereka, menghadirkan sejuta makna dalam diri. Sungguh menginspirasi, patut untuk diapresiasi. Menghargai dengan uang mungkin tidaklah banyak mereka terima. Namun lebih dari pada itu, sepantasnya dipersembahkan. Ungkapan Terima Kasih, bisa jadi hal berharga.

Terima kasih sangatlah mudah terucap dari mulut. Dihitung dari biaya, tidak sedikitpun mengurangi simpanan kita. Namun terkadang, dizaman kompetisi ini, dua kata itu menjadi sulit bagi sebagian orang. Entah enggan, atau merasa jatuh martabat nya. Namun ini kenyataannya.

Dekat tempat saya tinggal. Ada seorang bapak berkacamata, rambut sudah memutih, kulitnya tidak sekencang kita lagi. Mengenakan baju putih, celana biru. Topi yang beliau kenakan bertuliskan Satpam. Setiap pagi dan siang hari, saya menyaksikan beliau menyebrangi siswa-siswi sekolah dasar yang bahagia itu. Dengan penuh cinta dan kasih sayang. Tugasnya mungkin kita anggap kecil. Mungkin tidak disadari, berapa anak telah beliau hidarkan dari kecelakaan lalu lintas? Sungguh ungkapan Terima kasih, sepatutnya kita berikan.



Di hotel berbintang daerah slipi. Saya pernah melihat, bagaimana seorang anak muda, sedang membersihkan lantai tempat kita buang hajat. Tidak hanya itu, tempat yang kita duduki melepaskan hasratpun, Setelah dia bersihkan dengan pembersih. Kemudian di lap mengunakan tangannya, memastikan tidak ada sisi yang tak dibersihkan. Jabatan mereka mungkin pada level terbawah dalam struktur organisasi. Tapi saya tidak dapat membayangkan. Apakah hotel tersebut masih ada pengunjungnya, bila tanpa ada mereka? Sungguh patas penghargaan Terima kasih.



Bila ramadhan telah tiba. Biasanya, sebagian orang mulai kebingungan. Karena pembantu selama ini yang selalu siap meringankan tugas rumah tangga, akan segera mudik. Bahkan ada yang berani menawar gaji dua kali lipat, agar tidak mudik. Sehari saja pembantu sakit. Kita bisa merasakan betapa besar kontribusi mereka. Sungguh mereka pantas mendapat terima kasih.

Demikian juga kehidupan berumah tangga. Ungkapan terima kasih kepada istri atau suami adalah mutlak. Karena ia sudah rela untuk menua bersama Anda. Sebagai anak, kita telah dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang oleh ayah ibu kita. Tidak hanya orang tua kandung, tetapi juga kepada mertua. Yang telah percaya dan menitipkan putri tercintannya kepada anda.



Bahkan, bapak Gede prama pernah bertutur. Orang-orang yang membenci, menfitnah dan berbuat jahat kepada anda. Sepantasnya anda beri penghargaan terima kasih kepada mereka. Karena merekalah, kita menjadi tau dan faham akan makna Cinta dan Kasih Sayang.

Sahabatku yang penuh Cinta kasih


Masih terlalu banyak dalam kehidupan ini patut kita ungkap dengan Terima kasih. Bukan hanya hal-hal besar, tetapi kita mulai dari hal terkecil disekeliling kita. Karena sesuatu yang besar, dulunya bermula dari yang kecil.

Akhirnya, Hanya Terima kasih yang bisa saya ucapkan kepada anda. Hingga huruf terakhir ini, masih setia bersama saya. Dan orang-orang yang saya ceritakan tadi. Mereka adalah Pembersih Tinja.

Bogor 3 Desember 2009


RAHMADSYAH

Motivator&Mind-Therapist

Baca Selengkapnya ...