
Don't be afraid my dear brother
We will cross together
Don't be afraid my dear brother
Don't look down don't look back
Don't be afraid my dear brother
Hold my hand, i will not let you drown
Let's go my dear brother
I am with you
Thursday, June 16, 2011
I am With You
Tuesday, March 23, 2010
Syukur Nikmat

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Begitu banyak kemudahan yang berikan dalam hidupku
Begitu banyak nikmat yang kurasakan
Begitu banyak kasih sayang yang melimpah ruah
Begitu banyak yang kuterima dalam hidupku
Kemudahan itu
Nikmat itu
kasih sayang itu
Semua yang kuterima dari Mu
Kuanggap sebagai hal biasa yang pasti akan dirasakan semua makhluk Mu
hampir lupa aku akan kata syukur
Ketika kesulitan datang
Ketika kesempitan menghimpit
Ketika sakit menjenguk
keluh kesah itu hampir tak pernah lalai kusampaikan
Rabbi...
Ampunilah hamba yang tak pernah puas akan nikmat yang berikan
Ampunilah hamba atas keluh kesah yang seakan tak pernah berkurang seiring
bertambahnya nikmat
Ya Rabb...
Nikmat manakah yang dapat ku dustakan??
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (ArRahman)
Tuesday, March 24, 2009
Di Pintu-Mu Hamba Bersujud

Robbi…
Sesungguhnya Engkau berkuasa atas tiap diri
Tidak pejabat, bawahan, atau pun seorang yang tak beruntung dalam hidup ini
Semua berada di genggaman-Mu tanpa terkecuali
Robbi…
Waktu yang lalu takkan mungkin berputar kembali
Sebagian yang sudah Engkau tetapkan telah terjadi
Namun sebagian lagi masih gaib dan tak satupun ku ketahui
Robbi…
Jika kematian itu begitu dekat
Jangan biarkan setiap sisa nafasku berada dalam murka-Mu
Apalah artinya kemewahan dunia yang ku dapat
Namun sedikitpun Engkau tak ridha kepadaku
Robbi…
Aku takut semua usahaku jadi tiada arti
Saat ku bermaksiat Engkau cabut nyawaku lalu aku mati
Sedang itu artinya aku kembali
Bukan dijalan-Mu dan membawa iman dalam diri
Robbi…
Persembahan baktiku pada-Mu begitu tak sempurna
Terlalu banyak cacat, cela, dan riya yang menggema
Jika Kau tutup semua pintu hidayah saat ini
Ke pintu siapa lagikah ku mesti meminta?
by Fakhrurrozy,
Diambil dari : blog sebuah perenungan
Dunia Ini Milikku
Ya Allah…
Hari ini dalam sebuah bus
Aku melihat seorang gadis dengan rambut keemasan
Aku berpikir andaikan aku secantik dirinya,
Ketika hendak turun dari bus
Aku melihat dia tersaruk-saruk di antara tempat duduk
Dia hanya memiliki satu kaki dan menggunakan kruk (tongkat penyangga)
Tetapi ketika dia melihatku dia tersenyum dengan manisnya.
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku memiliki dua kaki, dunia ini adalah milikku.
Aku berhenti sejenak untuk membeli permen
Anak lelaki yang menjual permen itu sangat tampan
Aku bercakap-cakap dengannya dan dia tampak sangat bahagia
Ketika aku hendak meninggalkannya
dia berkata padaku,
"Kamu sangat ramah padaku, terima kasih.
Tidak semua orang mau berbicara denganku, karena aku buta."
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku mempunyai sepasang mata, dunia ini adalah milikku
Ketika aku berjalan di pesisir kota
Aku melihat anak lelaki kecil bermata biru
Dia berdiri dan melihat orang-orang bermain
Dia nampak murung, tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Aku mendekatinya dan berkata,
"Mengapa kau tidak bergabung dengan anak-anak itu?"
Dia menatapku, tanpa mengucapkan sepatah kata
Baru aku sadar, dia tak dapat mendengar,
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur kepada-Mu
Aku mempunyai sepasang telinga, dunia ini adalah milikku
Dengan kedua kakiku, aku meneruskan perjalananku
Dengan kedua mataku, aku melihat kilau matahari terbenam
Dengan kedua telingaku, aku dapat mendengar apa yang aku mau
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku memiliki segalanya dalam ragaku,
Dunia ini milikku
Betul kata pepatah,
Bahwa kita tidak menyadari apa yang kita miliki
Hingga milik kita diambil oleh-Nya
Dan kita tidak menyadari apa yang pernah hilang hingga Allah memberikan hal itu pada kita.
Astaghfirullahaladzim...
kafemuslimah milis
Wednesday, November 26, 2008
Aku Punya Allah
walaupun dunia semakin cepat meninggalkanku
beban bertambah berat
kaki enggan melangkah
dan dada terasa sesak bernafas
Tapi aku masih hidup...
ya....
aku masih hidup....
semua itu tak boleh menghalangiku....
karena hidup memang akan lebih berarti bila kita bahagia...
sesungguhnya bahagia hanya ada setelah kesulitan....
hadapilah kenyataan yang tak dapat diubah...
kita hanya bisa menjalaninya dengan kesabaran
da aku akan kuteriakkan pada dunia
bahwa aku kuat....
meski diri lemah dan rapuh...
namun aku yakin
meski jatuh, aku akan berdiri
meski aku rapuh
aku dapat menyembuhkan diriku
Karena aku memiliku Allah
Allah yang memantuku berdiri saat jatuh
Allah yang membelaiku sayang saat ku menangis
Allah yang menggenggam tanganku saat ku tergelincir....
Aku punya Allah....
26/11/08 ~ 14.07
saat diri terdesak tugas yg tak kunjung diselesaikan :D:D
MALES Sich ^_^
26/11/08 ~ 15.23
selesai dech ^_^
disambi nggambar oey
Yang Terlupakan
Dan biarlah kisah itu hilang…
Hilang ditelan asa…
Meninggalkan semua rasa…
Rasa yang terpendam
Dalam…
Dalam…
Tak terungkap
Abadi
Dan biarlah kisah itu lenyap…
Lenyap bersama angin…
Terbang…
Terbang…
Dan hilang…
21 October 2008 13.22
Terinspirasi oleh puisi singkat labib fayumi
Thursday, August 28, 2008
Andai Ini Ramadhan Terakhir
Assalaamu'alaikum Wr.Wb.
Andai Ini Ramadhan Terakhir
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu... kepada-NYA Tuhan yang satu
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu
sholat yang dikerjakan...sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang...bakal kau syairkan
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan
bertarawih...berqiamullail...bertahajjud...
mengadu...merintih...meminta belas kasih
"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru...kita cari...suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan
andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiap diri...rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman
Duhai Illahi....
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling berarti...paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman...
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha...bersedia...meminta belas-NYA
"MOHON MAAF LAHIR & BATHIN
ATAS SEMUA KESALAHAN & KEKHILAFAN"
Semoga kita mendapatkan maghfiroh Ramadhan &
Semoga Allah SWT masih mempertemukan kita
di bulan Ramadhan tahun depan
Amiiin...
Wassalaamua'laikum Wr. Wb.
Wednesday, May 21, 2008
Jika Aku....
Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap senantiasa menjaga hati sampai nanti saatnya tiba
Ya Allah…..
Ketika aku menyukai seorang teman,Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama yang tiada pernah berakhir
Ya Allah……
Ketika aku merindukan seorang kekasih, Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta SejatiMu.Agar kerinduan terhadapMu semakin menjadi
Ya Allah…
Jika aku hendak mencintai seseorang Temukanlah aku dengan orang yang mencintaiMu Agar bertambah kuat cintaku pada Mu
Ya Allah….
Ketika aku berucap "aku cinta padamu".Biarlah kukatakan pada hatinya yang terpaut padaMu. Agar aku tak jatuh, dalam cinta yang bukan karena-Mu
Ya Allah …
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa. Dicintai seseoranng adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi
Dicintai oleh Sang Pecinta adalah segala-galanya
Diambil dari milis kafemuslimah
Surat Untuk Sang Jiwa…
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri dan saudara-saudariku yang Insya Allah tetap mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya di atas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan lebih indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudariku yang kerap kali terisi oleh cinta selain-Nya. Yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan karena-Nya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah dimana lagi keikhlasan. Maka saat ini, kurasakan kekecewaan dan kelelahan karena yang kulakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah SWT tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa saudara-saudariku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya, ketika sering kali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat muila. Padahal tiada kesakitan, kelelahan, serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk ruhku dan ruh saudara-saudariku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu dimanakah 'kejujuran' diletakkan? Dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah rutinitas belaka, saat fisik dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang semu,coba lihat disana! Hatimu menangis, tertawa ataukah merana ?
Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri saudara-saudariku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketaqwaan. Padahal kita menyadari bahwa tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian, namun kita masih saja bergulat dengan kefanaan.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudariku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah SWT disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan terlewat begitu saja, dan saat tiada rasa dosa ketika mendzalimi diri sendiri dan orang lain.
Akhirnya, surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya, meskipun sedikit.
Jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya.
“Ya Allah…Yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada Agama-Mu, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu”
Wallahualam bisshawab
Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati atau jalan di tempat, berdiam diri tanpa ada sesuatu amalan pun yang dapat dikerjakan. Kembalikan semangat itu sahabat-sahabat tercintaku…. Ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani di kala hati "lelah".
Wahai Diri....
Janganlah kau melangkah di jalan keputusasaan
karena di alam ini terhampar berjuta harapan
janganlah kau berlalu mengarah pada kegelapan
karena di alam ini terdapat cahaya iman
Komitmenlah pada jalan petunjuk ini
Jangan terusik karena sedikitnya orang-orang yang menempuhnya
Jauhilah jalan-jalan kesesatan.
Wahai Diri…
Perlu kau sadari jalan ini panjang
Perlu waktu yang lama, butuh pengorbanan yang sangat banyak
Wahai Diri…
Di dalam diri ini juga ada perang yang sangat melelahkan yaitu
Perang melawan kesempatan pikiran,
Kekotoran hati dan kemalasan jasad diri sendiri
Tapi tak ada jalan lain yang lebih selamat,
Semoga Allah mengantarkan kita menuju
Puncak kemuliaan di dunia dan
Mengijinkan kita menghirup kenikmatan Surga Firdaus.
Amin
Salam damai untuk diriku, negeriku dan kita semua.
= Sheri =
JILBAB

Mereka berdiri disana dengan celana pendeknya, sangat pendek, super pendek
Yang mereka anggap sebagai model terkini
Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku
Mereka berdiri disana dengan lautan make up di wajahnya
Yang mereka percayai sebagai kebebasan berekspresi
Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku
Mereka masih berdiri disana dengan rambut basah oleh gel berwarna warni
Penuh dengan unsur kimia yang mereka anggap sebagai kemurnian jiwa
Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku
Mereka berdiri disana dengan berdua, sangat dekat dengan kekasihnya
Yang membuat mereka sanggup memberikan segalanya
Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku
Dan mereka berdiri disana asyik berbicara untuk membeli celana pendek model terbaru,
Pewarna rambut yang paling trendi, bahkan cara mendapatkan pacar baru
Yang mereka anggap sebagai memahami keindahan Tuhan dan ekspresi cinta
Sedangkan aku disini berdiri tegak dan bangga dengan jilbabku
Karena jilbabku inilah pelindungku, kekasihku, kesetiaanku, kemurnianku,
kecantikanku, dan alatku untuk terus mengingat Allah
Saat aku meletakkan jilbab di atas kepalaku
Aku tahu segala kesesatan yang dibawa oleh setan akan dilenyapkan
Jilbab bukan sekedar pelengkap penampilan
Jilbab juga bukan tameng untuk menutupi kekurangan
Jilbab adalah suatu bentuk pengabdian dan cerminan seorang wanita
Untuk menyamarkan keindahan raganya serta pengamalan dari apa yang ia pelajari
Ya Allah…
Semoga aku bisa menjaga keikhlasannya…
Ketika aku putuskan untuk berjilbab, aku telah “memproklamirkan” semangat
Untuk lebih mendekatkan diri kepada hal-hal yang bersifat Ilahiyah
Seiring dengan semangatku, mohon berikan aku kekuatan dan kemampuan
“mengenakan jilbab” di hatiku
Salam ukhuwah & smile always ^_^
= sheri =
Tuesday, May 6, 2008
Dunia Ini Milikku
Ya Allah…
Hari ini dalam sebuah bus
Aku melihat seorang gadis dengan rambut keemasan
Aku berpikir andaikan aku secantik dirinya,
Ketika hendak turun dari bus
Aku melihat dia tersaruk-saruk di antara tempat duduk
Dia hanya memiliki satu kaki dan menggunakan kruk (tongkat penyangga)
Tetapi ketika dia melihatku dia tersenyum dengan manisnya.
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku memiliki dua kaki, dunia ini adalah milikku.
Aku berhenti sejenak untuk membeli permen
Anak lelaki yang menjual permen itu sangat tampan
Aku bercakap-cakap dengannya dan dia tampak sangat bahagia
Ketika aku hendak meninggalkannya
dia berkata padaku,
"Kamu sangat ramah padaku, terima kasih.
Tidak semua orang mau berbicara denganku, karena aku buta."
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku mempunyai sepasang mata, dunia ini adalah milikku
Ketika aku berjalan di pesisir kota
Aku melihat anak lelaki kecil bermata biru
Dia berdiri dan melihat orang-orang bermain
Dia nampak murung, tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Aku mendekatinya dan berkata,
"Mengapa kau tidak bergabung dengan anak-anak itu?"
Dia menatapku, tanpa mengucapkan sepatah kata
Baru aku sadar, dia tak dapat mendengar,
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur kepada-Mu
Aku mempunyai sepasang telinga, dunia ini adalah milikku
Dengan kedua kakiku, aku meneruskan perjalananku
Dengan kedua mataku, aku melihat kilau matahari terbenam
Dengan kedua telingaku, aku dapat mendengar apa yang aku mau
Ya Allah, ampuni aku ketika aku tidak bersyukur
Aku memiliki segalanya dalam ragaku,
Dunia ini milikku
Betul kata pepatah,
Bahwa kita tidak menyadari apa yang kita miliki
Hingga milik kita diambil oleh-Nya
Dan kita tidak menyadari apa yang pernah hilang hingga Allah memberikan hal itu pada kita.
Astaghfirullahaladzim...
Wednesday, February 13, 2008
Nyanyian Jiwa
Aku ingin memberitahukanmu
Tentang sebuah nyanyian
Bukan sembarang nyanyian
Nyanyian yang menjemput ruh
Yang tengah tertinggal entah di mana
Nyanyian…dengan iringan lembut suara jiwa
Jiwa…energi kehidupan
Semua mengandalkannya
Mereka yang hidup, jiwanya bernyanyi
Kau tahu jiwa yang bernyanyi?
Ia selalu bermesraan di sepertiga malam
Ia terkadang berbisik
Terkadang merintih
Terkadang merangkai kata
Hanya untuk memenuhi hasrat cintanya
Pada apa yang diajarkan Rasul-Nya
Kau tahu?
Jiwa yang bernyanyi itu….
Menampakkan sinar di jasadnya
Bukankah Sang Pemilik nur itu…
Hanya memberikan kepada yang suka menemuiNya?
Kala jiwa yang lain terlena gulita malam
Nyanyian jiwa itu bersenandung
Di suatu tempat yang lain
Tak perduli kantuknya jasad
Ia semakin haus dan haus
Ingin mereguk telaga bening
Ingin segera melantunkan melodi cinta
Melodi yang hanya ia dan Rabbnya yang tahu
Ia merasakan….kebahagia an tiada tara
Kala ia bersenandung di hadapan Tuhannya
Telaga bening yang lain telah tumpah
Eufora kah?
Tentu saja tidak….
Terlalu indah untuk diungkapkan
Kini ia tengah bermesraan
Dengan Sang Pencinta Sejati
NB : Bait 1,2,3 adalah kado dari seorang saudara, peti
emasku
Created by : hanan2jahid. 291006. 7.25 am. Sesaat sebelum
silaturahim
Monday, February 4, 2008
ALLAH KNOWS BEST
Allah knows what's best for us so why should we complain?
We always want the sunshine, but Allah knows there must be a rain.
We always want the laughter and the merriment of cheer,
But our hearts will lose their tenderness if we never shed a tear!
Allah tests us often, with sufferings and with sorrows.
He tests us not to punish us, but to help us meet tomorrow!
For growing trees are strengthened, if they will stand the storm,
and sharp cut of the chisel gave the marble grace and form.
Allah tests us often and for every pin he gives us;
provided we're patient is followed by rich gain.
So whenever we are down and whenever we feel that everything is going wrong.
It is just Allah's way to make our spirit strong.
Author: Unknown
Wednesday, January 30, 2008
Aku terlalu SIBUK
Setiap hari saat aku terbangun
Pikiranku langsung bekerja
Betapa banyak yang harus aku lakukan hari ini
Jadi aku menyelesaikan shalat Subuhku tergesa-gesa
Tiada waktu untuk berdoa
Apalagi untuk mengagungkan Asma-Nya
Untukku, shalat begitu sudah biasa
Sejak aku memulai membangun karier
Demi menjamin masa depanku
Setibanya aku di rumah
Adalah waktu untuk bersantai
Dan berbincang di telepon dengan kawan
Tiada waktu untuk membaca Al Qur’an
Apalagi ada internet, kesukaanku
Jadi untuk menjaga imanku
Aku betul-betul tiada waktu
Untuk mengunjungi temanku yang sakit
Atau aktif di panti asuhan dan panti jompo
Terlalu sukar untukku
Karena aku selalu kesulitan
Untuk membagi waktuku
Aku pun tiada waktu untuk berdiskusi tentang Islam
Meski aku tahu, hal itu sangat diperlukan
Untuk shalat sunah pun sulit untukku
Semua itu membuat imanku jatuh
Sibuk disini dan disana
Tak ada waktu, itulah sebabnya
Aku belajar agama sesekali saja
Sekali lagi, tak ada waktu, itulah sebabnya
Hingga suatu hari Tuhanku memanggilku
Dan aku diberi sebuah buku
Tentang perjalanan hidupku
Tiba-tiba aku merasa menyesal
Mengapa aku tidak banyak menunaikan shalat
Untuk bersyukur dan melakukan kebaikan
Serta menyempatkan baca Al Qur’an
Hari pembalasan, aku betul-betul gelisah
Aku menyesal tetapi sudah terlambat
Surgaku bergantung pada kebaikanku
Dan sekarang ini, kebaikanku belum cukup
Juga shalatku
Malaikat Kanan membuka buku hidupku
Kemudian dia berseru,
Wahai pemuda muslim,
Engkaulah yang selalu berkata
Bahwa dirimu sangat sibuk adanya
Sehingga tiada waktu untuk mengisi buku amal baikmu
Tahukah engkau bahwa imanmu telah runtuh ?
Buku amal baikmu terlalu sedikit isinya
Untuk masuk ke dalam Surga
Mataku langsung memerah dan berkaca-kaca
Malaikat Kanan itu berseru lagi,
Karena aku tahu, tempatmu dimana...
Taken from "milis kafemuslimah"
Friday, December 28, 2007
Hati Sang Raja
Allah berkata
Akulah empunya semua raja
Ditangan-Kulah hati semua raja berada
Maka,
Setiap kaum yang Aku ridha
Aku jadikan hati raja
Rahmat bagi mereka
Namun bagi kaum yang Aku murka
Aku jadikan raja itu siksa
Bagi mereka
Wahai manusia,
Jangan kalian sibuk mengutuk raja
Bertobatlah kepada-Ku
Niscaya kulunakkan
Hati mereka padamu
"untuk mereka yang luap" Budi Hendrianto
Thursday, April 12, 2007
The Moon & The Stars
Bintang-bintang bertaburan dengan indahnya
memperindah malam dengan sinarnya yang gemerlap
meramaikan malam yang sunyi
Bulanpun tak ingin kalah dengan bintang-bintang
Ia memang sendiri tak berkawan seperti bintang-bintang
Namun dengan pongah ia tetap saja menunjukkan dirinya
Ia memang sendiri namun ia yang paling terang
padahal cahaya yang ia pancarkan bukan miliknya
ia hanya meneruskan cahaya itu
Namun ia tak perduli
Yang penting Ia dapat bersinar mengalahkan bintang-bintang
Bintang-bintang dan bulan yang sendiri
mereka hiasan langitku yang indah
teman-temanku mengarungi malam
namun aku bukanlah bulan yang dapat berdiri sendiri menyinari malam
aku juga tak ingin menjadi bintang yang jauh disana
meskipun memancarkan cahayanya sendiri tetap terlihat kecil
Aku akan jadi diriku sendiri yang berbeda seperti bulan
yang memancarkan cahayaku sendiri seperti bintang, namun ku tak ingin dilupakan karena jauh dan terlihat kecil
aku akan menjadi Different agar bisa Excelent

