Sunday, July 31, 2011
[Review] TRTTE, Kisah Pangeran Muslim Mongol Mengambil kembali Haknya
Thursday, September 2, 2010
DIAM

“Aku ingin mencintaimu dalam diam seperti cintanya Ali pada Fatimah dan cintanya Fatimah kepada Ali”
Sebuah ungkapan yang indah.
Mengingatkan aku pada seseorang, ia pernah berkata padaku
“Belajarlah berkomunikasi”
Ia mengatakan hal itu karena aku kerap kali diam, ketika ditelphone, dalam ym ketika ia menyapa ku bahkan bila kami bertemu.
Sampai akhirnya (mungkin) ia sudah berhenti berusaha membuatku berbicara, mengatakan apa yang ada dikepalaku.
Diam, adalah salah satu pilihan dalam hidup ku, ketika aku marah, atau ketika memang tak ada yang perlu dikatakan. Ada kalanya begitu banyak yang ingin diungkapkan, namun akan lebih baik bila hal itu tak perlu diungkapkan.
Ya, memang banyak hal yang bila diungkapkan hanya akan membawa luka, menjadi hal yang sia – sia.
Maka biarkan aku tetap dalam pilihan ku. DIAM.
Dan inilah caraku berkomunikasi, dengan ini ku harap tak banyak yang akan tersakiti oleh lidah tajam ini, dan semakin berkurang kesia-siaan yang keluar dari mulut ini.
Maka, berkatalah yang baik atau DIAM.
Suci
Wonoayu, 3 September 2010 10.51
Tuesday, August 14, 2007
kesempatan baru
Alhamdulillah....
Sebuah kesempatan baru saja di tawarkan kepadaku, kesempatan yang menurutku sangat langkah, bukankah itu berarti orang yang memberiku kesempatan percaya padaku, haru, senang, bangga bercampur menjadi satu.
Rabbi...
Terima kasih atas segala yang kau anugerahkan padaku
keluarga, teman, saudara, serta orang-orang yang begitu percaya padaku
Terima kasih pula atas rahmat Iman yang kau berikan
semoga aku tidak mengecewakan mereka
semoga aku dapat melakukan yang terbaik
Ridha-Mu lah yang aku harapkan
Rabb jagalah aku dari sifat sombong & takabbur
hiasilah diriku dengan sikap santun, ikhlas, sabar
seperti yang mereka katakan tentangku...
Rabb...
Ampunilah segala dosaku
Amiiiiiiin


