Showing posts with label kepercayaan. Show all posts
Showing posts with label kepercayaan. Show all posts

Sunday, July 31, 2011

[Review] TRTTE, Kisah Pangeran Muslim Mongol Mengambil kembali Haknya

Lama sekali buku ini masuk dalam waiiting list, Alhamdulillah jumat kemaren buku ini beserta sekuel keduanya "Tahta Awan" sampai dengan selamat sentosa di kamarku terbungkus rapi kumplit dengan tanda tangan dan pesan spesial dari sang penulis ^_^. Maklum beli langsung pada penulisnya Mbak Sinta Yudisia.

Ini bukan buku pertama Mbak Sinta yang kubaca, jadi tidak kaget dengan deskripsi panjang diawal menjelaskan duduk perkara ihwal pelarian sang Pangeran Pertama Takudar Khan. Meskipun seret diawal (secara daku memang rada enggan baca deskripsi yang terlalu panjang ^_^') tapi setelah sampai sekitar sepertiga, cerita mulai menglir lancar malah membuatku enggan melepaskannya seolah menuntut untuk segera menamatkannya. ^_^

Dalam pelarian inilah Takudar khan dan pelayannya berganti nama menjadi Baruji dan Almamuchi (bener ga nih tulisannya?) bertemu dengan Rasyiduddin yang juga berganti nama menjadi Salim (my fav character in this story ^_^), mereka berdua bekerja sama demi mengembalikan hak sang pangeran pertama akan Tahta Mangolia dan mengembalikan kejayaan Islam.

Baca Selengkapnya ...

Thursday, September 2, 2010

DIAM




“Aku ingin mencintaimu dalam diam seperti cintanya Ali pada Fatimah dan cintanya Fatimah kepada Ali”

Sebuah ungkapan yang indah.

Mengingatkan aku pada seseorang, ia pernah berkata padaku

“Belajarlah berkomunikasi”


Ia mengatakan hal itu karena aku kerap kali diam, ketika ditelphone, dalam ym ketika ia menyapa ku bahkan bila kami bertemu.

Sampai akhirnya (mungkin) ia sudah berhenti berusaha membuatku berbicara, mengatakan apa yang ada dikepalaku.

Diam, adalah salah satu pilihan dalam hidup ku, ketika aku marah, atau ketika memang tak ada yang perlu dikatakan. Ada kalanya begitu banyak yang ingin diungkapkan, namun akan lebih baik bila hal itu tak perlu diungkapkan.

Ya, memang banyak hal yang bila diungkapkan hanya akan membawa luka, menjadi hal yang sia – sia.

Maka biarkan aku tetap dalam pilihan ku. DIAM.

Dan inilah caraku berkomunikasi, dengan ini ku harap tak banyak yang akan tersakiti oleh lidah tajam ini, dan semakin berkurang kesia-siaan yang keluar dari mulut ini.


Maka, berkatalah yang baik atau DIAM.


Suci

Wonoayu, 3 September 2010 10.51

Baca Selengkapnya ...

Tuesday, August 14, 2007

kesempatan baru

Alhamdulillah....
Sebuah kesempatan baru saja di tawarkan kepadaku, kesempatan yang menurutku sangat langkah, bukankah itu berarti orang yang memberiku kesempatan percaya padaku, haru, senang, bangga bercampur menjadi satu.
Rabbi...
Terima kasih atas segala yang kau anugerahkan padaku
keluarga, teman, saudara, serta orang-orang yang begitu percaya padaku
Terima kasih pula atas rahmat Iman yang kau berikan
semoga aku tidak mengecewakan mereka
semoga aku dapat melakukan yang terbaik
Ridha-Mu lah yang aku harapkan

Rabb jagalah aku dari sifat sombong & takabbur
hiasilah diriku dengan sikap santun, ikhlas, sabar
seperti yang mereka katakan tentangku...
Rabb...
Ampunilah segala dosaku
Amiiiiiiin

Baca Selengkapnya ...