
(Catatan Dahlan Iskan, Jawa Pos Edisi 15 Mei 2009)
TIDAK ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?
"Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya," ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.
Mengapa susu paling jelek untuk manusia?
Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.
Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondarmandir di antara dua negara itu.
Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.
Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang "jelek": benjol-benjol, luka-luka, bisul- bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.
Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.
Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.
Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.
Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak "lomba lari" oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.
Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.
Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.
Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi "modal" oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam "lumbung enzim- induk". Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari "lumbung"-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.
Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.
Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.
Apa saja makanan yang direkomendasikan?
Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.
Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh- sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan "jelek" itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.
Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan "pengobatan" seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan "pengobatan" alamiah tersebut. Pasiennya yang udah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.
Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.
Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. engan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah.
Milis Kafemuslimah
Wednesday, June 3, 2009
Susu, Penting G Sich??
Tuesday, June 2, 2009
Mengapa Anak Yahudi Pintar

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika..
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"
Milis Kafemuslimah
Tuesday, May 26, 2009
Hijab lagi

Liat gambar diatas jadi speachless dech, liat sendiri khan saudara-saudara bagaimana perumpamaan muslimah yang berhijab dan yang tak berhijab. ^_^
So... boys, mana yang khan kau pilih untuk pendamping hidupmu??
Monday, May 18, 2009
MENJADI DIRI SENDIRI
Sudah lama ga posting, nich, kebetulan ada artikel menarik masuk ke email dari milis Pembaca Asma Nadia, semoga manfaat.
==============
By. Dewi, 19 Mei 2009
SEBEGITUKAH LINGKUNGAN MEMPENGARUHI
Seorang Siti Hendak Menjadi Rani
Seorang Rani Mimpi Menjadi Maharani
Seorang Maharani Mimpi Menjadi Tuhan
Naudzubilah Himindzalik
Saya teringat sebuah film tentang keganasan suku amazon...kalau tidak salah judulnya "The girl of Amazon", di mana seorang gadis remaja didik oleh keluarga aristokrat inggris yang humanis dan relegius, mengalami kecelakaan hingga terdampar di sebuah hutan belantara dekat Amazon, dikarenakan pesawat pribadi milik keluarganya, yang sengaja di sabotase oleh rekan bisnis ayahnya, alih-alih dendam gadis remaja ini bertekad menghabisi seluruh orang yang telah mencelakai dan membinasakan seluruh keluarganya. Alkisah dia di ketemukan dalam keadaan tak sadarkan diri, oleh suku setempat kemudian terpaksa, berada di dalam komunitas suku tersebut.
Terpaksa hidup ala suku Amazon, yang nomaden dan premitif, sial bagi gadis itu dia harus meneruskan tradisi barbar suku tersebut, gara-gara di taksir oleh kepala suku. Menurut adat setempat seorang kepala suku tidak boleh menikahi seorang perawan, jadilah gadis tersebut di perawani terlebih dahulu sebelum di nikahi oleh kepala suku (maaf ini agak sadis) dengan ditusuk sebuah bambu tumpul yang di buat sedemikian rupa, si gadis akhrinya menjadi istri kepala suku, mengendalikan sebagian besar suku amazon, bergerak layaknya suku tersebut dengan sengaja, melenyapkan separuh kepribadiannya demi menjadi bagian suku.
Membalas dendam seluruh orang yang telah membunuh keluarganya, membawanya pada dendam membara khas suku tersebut, melenyapkan sisi-sisi moral didikan keluarganya dan berubah liar.
Kisah yang lain sebut saja Mawar, demi sebuah sanjungan di sebut idola, dia rela melakukan apapun termasuk menjual diri demi sebuah popularitas, sebuah tokoh yang di gandrungi.
Pun Tyo laki-laki ganteng hanya untuk di terima di lingkungan gaulnya rela menjadi pecandu narkoba dan minum-minuman keras serta perokok berat, hingga hidupnya berakhir di kamar mayat.
Atau Ridwan laki-laki alim yang salah bergaul, tiba-tiba berubah menjadi kebanci-bancian demi sebuah image kemayu yang erat di kaitkan pada kehidupan gaul kosmopolitan, akhirnya jadi keterusan hingga ke penampilan yang lebih mirip perempuan dari pada laki-laki. Menggilas habis kepribadian maskulin hingga berubah jadi feminim..ini realita, ini fenomena, dan ini gambaran hidup anak jaman.
Atau Atika yang lugu, berubah dungu ketika dia menjadi model, melihat bahwa dia memiliki paras yang unique mesti tak cantik layaknya model blesteran, terpaksa menghilangkan ciri khas tahi lalat di hidung atau di sungging senyumnya untuk merubah image, melakukan operasi besar-besaran pada hidung khas Indoensianya, memakai contact lens warna biru muda, merapikan dagu, bentuk tubuh dan sebagainya hanya untuk mendapat gelar keturunan indo (hehehe..Indoenesia nih maksudnya wkwkwkwk).
Menghilangkan ciri khas Atika si tahi lalat :P...kesan manis yang di timbulkan dari penampilan apa adanya berubah menjadi menjijika, kala rasa syukur tak pernah terpanjat hingga wajahnya berubah aneh, tidak jadi cantik, tapi malah jadi tambah amit-amit. :P
Please deh, cantik bukan segala-galanya menjadi cantik tanpa citra, menjadi cantik tanpa kepribadian kuat, mejadi cantik yang egois yang tidak mau menerima pendapat orang lain, menjadi cantik tapi sombong dan angkuh, atau tidak mau bergaul selain dengan komunitasnya, menjadi cantik tapi hanya bisa mencibir, menjadi cantik tapi palsu, dan yang terakhir menjadi cantik tapi kelewat bodoh, hingga menjadi seperti Atika, apa asyiknya?....apa untungnya?
PENDIDIKAN ORANG TUA
Penemuan jati diri tak lepas dari peran keluarga, komunitas kecil seorang anak adalah ayah, ibu, serta kakaknya, sebelum dia mengenal komunitas di luar keluarganya. Anak adalah bagian terpenting dalam sebuah keluarga, di mana tujuan membangun mahligai pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan (salah satu tujuannya maksudnya), Anak adalah tanah yang bisa kita bentuk semau kita dan semampu kita.
Oleh karena itu pendidikan terpenting adalah membangun akhlaq. Kuat dan tidaknya pribadi seseorang tergantung dari pola didikan keluarga. Anak mendapat peran terkecil untuk membentuk pribadi. Didikan keluarga ini yang akhirnya menjadi rantai mata setan, terus bergulir dari keluarga si anak, untuk dikemudian hari diajarkan sang anak kepada anak-anaknya kelak.
Siapkan anak menjadi pribadi mandiri, adalah hal yang harus segera di lakukan di era globalisasi seperti sekarang, mengingat banyak hal yang bisa di dapatkan anak ketika kita membebaskan dia untuk berkratiftas tanpa batas, dalam arti batasan fisik, hanya kita bertugas mengarahkan dan mengingatkan, kebebasan berkreasi anak menimbulkan kemandirian, seorang anak, dalam fitrahnya memiliki semangat belajar dan kecerdasaan lebih di banding orang dewasa, maka beri kesempatan anak menilai mana yang benar dan mana yang salah.
Menanamkan kemandirian, serta keengganan untuk merepotkan yang lainnya serta melatih anak berfikir kritis membuat dia berani dan maju lebih pesat dari usianya, inilah mengapa kedewasaan berfikir bukan mutlak milik orang dewasa, anak-anak dengan pengalaman luas jauh lebih bias memiliki kedewasaan dan pola fikir maju, jika kita terus berusaha mendampingi fase ini sebaik mungkin.
Karena sebenarnya kepandaian itu tidak muncul begitu saja, kepandaian itu timbul oleh karena kita rajin, kita tahu lebih dulu, dan kita memiliki pengalaman terdepan dibanding yang lain.
Membebaskan anak memilih adalah kunci, membebaskan dia memilih apapun yang dia mau, dengan di sertai arahan dan juga argumen yang tepat serta rajin mengajak mereka berdiskusi, tidak lupa diberikan pendidikan spiritual yang baik.
JANGAN TAKUT TAMPIL BEDA
Dalam beberapa permasalahan seseorang takut menjadi beda dari yang lainnya, takut menjadi aneh, takut tidak di akui oleh lingkungannya, dan ketakutan-ketakutan yang lainya.
Semua berawal dari takut, ketakutan timbul karena mungkin trauma, ledekan, hidup di bawah tekanan, atau penguasaan oleh pihak-pihak tertentu, terkadang banyak pihak tak sadar bahwa kata-kata yang dilontarkan pada seseorang bisa membuat orang tersebut jatuh mental dan juga harga dirinya. Oleh karena itu seorang motivator diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Cintailah dirimu apa adanya, temukan jati dirimu sebaik mungkin, singkat kata pede aja lagi....
Mereka tidak pernah tahu jika kamu setengah mati atau semaksimal mungkin menjatuhkan pilihan pada warna merah sesuai kepribadianmu, mereka tidak pernah tahu bahwa kamu lebih suka buah tomat daripada apel, mereka tidak tahu kamu lebih suka privacy kamu tidak di usik daripada di buka lebar, mereka tidak tahu kamu tidak suka rokok, mereka tidak tahu kamu benci bunyi bising, dan sebagainya...tanpa kamu pernah bilang....I dont like It...please!....
Katakan sekarang, iya atau tidak, jangan iya yang iya-iya , atau tidak yang tidak tidak...katakan tidak jika kamu tidak suka, biarpun kamu adalah sendiri tidak diantara ribuan Iya...katakan apa yang menjadi hasrat dan keinginanmu, agar setiap orang tahu dan mengerti...ini loh dirimu, dan sadarlah Guys....please deh tidak setiap orang memiliki ilmu kebatinan :P. Dan yang terpenting jangan takut di tolak lingkungan yang tidak sesuai dengan hati nurani dan kepribadianmu,
jangan jadi generasi plagiat...jadi generasi kreatif, jika di tolak di lingkungan yang tidak matching dengan kepribadianmu maka siap-siaplah hengkang dan cari komunitas terbaik menurut hati nuranimu dan sesuai dengan jati dirimu..jangan bergabung dengan lingkungan yang menjadikan dirimu robot atau menjadi orang lain. Kenyamanan adalah kunci pergaualan, jika tidak nyaman, jangan takut untuk meninggalkan.
So guys..kenapa harus takut jadi diri sendiri !...say NO....or say YES clearly, sekalipun kamu tak di sebut "GAUL" karena ketegasan sikap ini...lagipula idih....lebih asyik jadi diri sendiri khan ^_^. ATAU lebih baik di bilang sok Alim dari pada sok Brangasan :P...or sok Preman. Hehehe.
Wednesday, April 8, 2009
Award

Entah musti bersyukur ato gmana Icus dapat Award dari sahabat http://catatantukang.blogspot.com, surprice sich. Apalagi mayoritas postingan di Blog ini bukan tulisan Icus sendiri.
Awal mula ngeblog sich gara-gara ngiri liat blog-blog yang banyak bertebaran didunia maya, ditambah rasa keingintahuan seberapa besar sich icus bisa memanfaatkan Internet yang kata temen-temen kuliah gudangnya pornografi yang akhirnya Alhamdulillah pendapat itu bisa Icus patahkan pada saat kuliah "Agama Islam dan Kemuhammadiyahan" semester 6 setahun yang lalu.
Semangat itu lalu dipicu oleh banyaknya email - email dari sahabat yang kerap memenuhi inbox dan hanya dapat diforward, lama berfikir mencari cara agar email - email yang menurut Icus banyak berisi hal penting yang harusnya tidak hanya berakhir di inbox email yang akhirnya tak bermanfaat.
Setelah googling sana googling sini nyari tau apa itu blog dan bertanya kesana kemari bagaimana cara ngeblog akhirnya icus beranikan diri untuk membuat blog, awalya sich bikin di MP, Namun setelah ngintip blog seorang sodara bisa begitu menyenangkan dengan berbagai pernak - perniknya akhirnya Icus memberanikan diri untuk bikin di Blogspot dan Alhamdulillah ada saudara yang insya Allah selalu rela ( mungkin agak terpaksa ) untuk diintrogasi bagaimana cara ngotak atik templete meskipun akhirnya dia juga yang mbenerin ( he..he... thakns alot bro ).
Ok back to the award, ngeblog sungguh mengasikan buat Icus, dengan ngeblog Icus bisa berbagi artikel - artikel motivasi, sejarah ato apapun yang menurut Icus perlu untuk dishare.
Selanjutnya untuk berbagi kegembiraan icus juga mau membagikan Award ini untuk sahabat - sahabat Blogger. Tapi ada syaratnya lho... posting pendapat sahabat tentang "apa manfaat yang sahabat dapatkan dari ngeblog" itu aja, berikut sahabat2 yang dapat Award:
1. Abiyasa
2. Shalahudin
3. Ihsan
4. Zul
5. Dzakiy
6. Huda
7. Hadian
8. KurniaIlahi
Jazakallah buat semua sahabat Blogger ^_^
Tuesday, March 31, 2009
April Fools Day

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai 'April Mop'. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku "*Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?*" (Rizki Ridyasmara, *Pustaka Alkautsar*, 2005)
*SEJARAH APRIL MOP*
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April's Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan
pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur'an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis. Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor)
terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. "Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka
kami tidak lagi memberikan jaminan!" demikian bujuk tentara Salib Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan
anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (*The Aprils Fool Day*).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(*rizki*)
Sumber: [2]
*http://www.eramuslim.com/berita*
*http://www.eramuslim.com/berita/nas*
Tuesday, March 24, 2009
Di Pintu-Mu Hamba Bersujud

Robbi…
Sesungguhnya Engkau berkuasa atas tiap diri
Tidak pejabat, bawahan, atau pun seorang yang tak beruntung dalam hidup ini
Semua berada di genggaman-Mu tanpa terkecuali
Robbi…
Waktu yang lalu takkan mungkin berputar kembali
Sebagian yang sudah Engkau tetapkan telah terjadi
Namun sebagian lagi masih gaib dan tak satupun ku ketahui
Robbi…
Jika kematian itu begitu dekat
Jangan biarkan setiap sisa nafasku berada dalam murka-Mu
Apalah artinya kemewahan dunia yang ku dapat
Namun sedikitpun Engkau tak ridha kepadaku
Robbi…
Aku takut semua usahaku jadi tiada arti
Saat ku bermaksiat Engkau cabut nyawaku lalu aku mati
Sedang itu artinya aku kembali
Bukan dijalan-Mu dan membawa iman dalam diri
Robbi…
Persembahan baktiku pada-Mu begitu tak sempurna
Terlalu banyak cacat, cela, dan riya yang menggema
Jika Kau tutup semua pintu hidayah saat ini
Ke pintu siapa lagikah ku mesti meminta?
by Fakhrurrozy,
Diambil dari : blog sebuah perenungan

