Showing posts with label PAL. Show all posts
Showing posts with label PAL. Show all posts

Tuesday, February 26, 2008

Gambar Manual Menguras Emosi

Suatu hari di lab gambar manual SMKN 3 Buduran (Perkapalan) Sidoarjo sekitar 5 tahun yang lalu, sekelompok anak - anak muda tengah menekuni meja gambar berukuran A nol
memegang alat mesin gambar masing2, suara musik dari Tape yang sengaja diimport dari kos-kosan wiwit mengalun menemani meraka yang asik bermesraan dengan tugasnya. sesekali terdengar teriakan - teriakan memanggil alat2 gambar, seolah - olah alat gambar itu bila disebut namanya bisa datang sendiri menghampiri si pemanggil, ataupun teriakan kekesalan karena goresan rapidonya "bleber", salah garis, kecoret dan sebagainya (biasanya sich yang terakhir itu kerjaannya suci yang histeris karena ga bisa kontrol emosi ^_^).
Untunglah penghuni meja gambar disebelahnya adalah sahabatnya yang tidak pernah mengeluh karena teriakan suci begitu kencang dan melengking tajam he...he... Ia pun tidak bosan menjawab pertanyaan teman - teman yang lain ketika menanyakan perihal teriakan tersebut, dia biasanya dengan santai menjawab,
"paling kecoret, lek ga ngono salah opo mbleber, ci??"
suci pun mengubah mimik sedihnya dengan senyum khasnya sambil menyahut,
"he...he.. kecoret!" atau
"salaaaaaaaaah... hiks...hiks...!!!"
Menggambar manual memang tidak hanya menguras tenaga namun juga emosi para drafter (apalagi buat yang suka histeris ^_^), bagaimana tidak, di sana tidak ada toolbar undo atau erase untuk mengkoreksi kumpulan - kumpulan titik yang salah, drafter harus ekstra hati - hati dalam menggambar dan mengkalkulasi skala berapa gambar yang harus dibuat agar tampak proporsional di kertas gambar yang digunakan (A0, A1, A2, A3 atau A4).

Namun disanalah letak tantangan menggambar manual, kadang satu gambar bisa menghabiskan berlembar2 kertas. bisa dibilang ajaib bin mustahil bagi kami untuk bisa menggambar di kertas kalkir dan sekali gambar langsung jadi, biasanya kami membutuhkan dua sampai 3 kali gambar ulang hingga akhirnya gambar itu bisa kami sodorkan kepada guru.
karena itu kami dulu suka curang (^_^) bila disuruh motong kertas oleh guru, kita kadang2 mengambil 2 atau 3 lembar (jaga-jaga barangkali salah ^_^)
Kini masa-masa itu hanya tinggal memory... kami disuguhi dengan kemudahan menggambar dengan software-software gambar dari Autocad software yang senantiasa di update oleh pihak microsoft (kalo ga salah sekarang sudah ada versi 2009, aq ternyata mash pake 2004 wuih.... ketinggalan jauh bo' ^_^'), Archicad ( autocadnya anak arsitektur ), skecth up, 3D Max dan sebagainya.
Kemarin aku me-re-drawing gambar Cake Breaker Conveyor yang wuih gambar manual bo' ku pikir - pikir mungkin butuh seminggu buat ku untuk bisa menyelesaikannya, ditambah dengan korban perasaan yang pasti akan membuat ku stress bukan main...
untunglah sekarang aku sudah pake AUTOCAD ya....

Baca Selengkapnya ...

Wednesday, April 18, 2007

Serial TLK 5: Menjelang UAN

Ujian akhir nasional tinggal sebulan lagi, murid-murid STM N Perkapalan sidoarjo kelas tiga sibuk dengan persiapan menghadapinya mulai dari bimbingan belajar seusai jam pelajaran sampai Try Out yang diadakan sekolah dan promosi dari lembaga2 bimbingan2 belajar, di kota ini kalau mendekati UAN Bimbel memang gencar melakukan promosi dengan mengadakan Try Out dan seminar pemecahan soal ada yang King solutionlah, smart solutionlah.
Kesibukan itu juga terlihat di kelas TLK (Teknologi Las Kapal) dan kelas tetangga mereka GRB (Gambar Rancang Bangun) atau yang lebih dikenal dengan julukan design, dua kelas itu biasa dikenal sebagai kelas yang hobby dengan keributan, kini kelas tersebut bekerja sama dengan mengadakan conversation club (wuih apaan tuch?).
Awalnya anak2 design yang dikomporin sama ketua jurusan mereka agar mengoptimalkan penguasaan bahasa inggris, jadilah pada jam-jam kosong atau istirahat mereka suka ngumpul dan berdiskusi dalam bahasa inggris, apalagi 3 dari mereka berhasil lolos test TOEIC International.
Mengingat kelas mereka bersebelahan dan dalam rangka mempererat silaturrahmi kata Kris, mereka sepakat untuk mengadakan conversation club setiap hari minggu pagi di taman di bawah jembatan layang, acara tersebut terbagi menjadi 3 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 sampe 8 anak, agar semua bisa aktif katanya.
Minggu pagi setelah conversation club beberapa dari mereka masih duduk2 di bawah jembatan layang beralaskan tikar yang di import dari kos-kosan kris dan Sha sambil menikmati es degan.
"Ada yang Milad ya...?" tanya kris kepada cewek2 design saat mereka mengeluarkan bekal cemailan dari tas.
"Ga kok, kita khan bikin kelompok belajar!" jawab Puput
"Buat persiapan UAN!" sambung Sha...
"Sistemnya gmana?" tanya kris penasaran 'pengen ikut kalo boleh, tapi kok akhwat2 ya...' kata kris dalam hati.
"Kita cuma bahas soal-soal aja, makanya kita beli buku latihan UANnya beda2, agar kita tambah kaya contoh soal" jelas Ario sang ketua kelas.
"mau ikut Kris? boleh kok, tempatnya ga dikelas biar lebih nyantai , trus waktu dan tempatnya juga ga statis tapi dinamis pindah2 gitu sesuai kesepakan" Sha melanjutkan penjelasan Ario, Kris masih gundah.
"jangan Kuatir Akh, cewek2 Gambar yang 10 itu emang ikut semua, tapi cowoknya juga ada kok, malah Haris anak Mesin sama Edi dari Listrik juga ikut, udah gabung aja!!!" Kata Sha yang baru 2 bulan Hijrah, menyadari kebimbangan Kris.
"Ok, aku gabung, hari ini kita bahas apa?" tanya Kris semangat
"Hari ini rencananya kita bahas soal2 Fisika sama Kimia dari Buku Bimbelnya Devi, tapi Devinya belum dateng nich" kata Ayu menanyakan perihal keterlambatan teman sebangkunya Devi.
"Ditunggu aja sambil nunggu gmana kalo kita bahas PRnya Bu Cicik kemaren soal no 3 aku udah mentok gatahu mesti pake cara apa ngerjainnya" usul Puput, kemudian mereka sudah saling beradu argumentasi tentang bagaimana cara menyelesaikannya, sampai ke5 soal dari guru matematika mereka itu selesai Devi belum nongol juga, namun ada juga yang lagi asik sms-an saat teman-temannya bejibaku dengan soal dan rumus matematika.
"Ri, lu niat ga sich ikutan belajar, dari tadi sms-an mulu, ini juga Edi, message alertnya d ganti kek dpelanin suaranya kek bikin ga konsen tahu!!" fajri yang aslinya Batak ini menyampaikan kekesalannya karena dari tadi Hp Edi bunyi terus dan kelakuan Sari teman sekelasnya.
"message alert apaan sich? jangan mentang2 kamu TOEICnya international pake istilah2 inggris" balas Edi ga mau kalah
"Ringtone sms, suka2 aku pake bahasa inggris, aku suka!!" bantah fajri
"Udah jangan bertengkar, semua Hp d silent kalo ga mau silahkan meninggalkan forum" Musriati si Jago Matematika Design angkat bicara.
"Eh kok Devi belum datang ya...?" Ayu ingat akan Devi yang sedari tadi belum juga kelihatan batang hidungnya.
"Ada halangan kali, jadi ga bisa dateng" Astuti menebak
"Ya udah dech, karena kita udah terlanjur bahas matematika kita lanjutin aja, buku latihan UAN punya Yudi khan banyak soal Matematikanya kita bahas itu aja atau Kris kamu punya buku lain!" sebagai ketua kelompok belajar Sha memberikan alternatif.
"Punya Yudi sepertinya bagus dech, tadi aku liat juga ada kuncinya, jadi bisa dipake bahan pertimbangan" Pilih Kris.
Adzan Dhuhur berkumandang dari Mushallah di desa Sidokerto depan Museum Empu Tantular, mereka mulai berkemas mengakhiri belajar mereka. Kris, Sha, Puput dan Angga berjalan bersama-sama arah kos-kosan mereka sejalan, sedangkan yang len pulang ke rumah masing2. Dalam perjalanan menuju kos-kosan masing-masing, namun Kris mampir sebentar ke kosan Sha karena mau pinjam buku rangkuman rumus Fisika Sha, sejak saat itu mereka mulai agak akrab mulai saling tukeran buku sampai tuker fikiran kalo ada soal-soal yang memusingkan kepala, apalagi Sha tergolong kutunya perpustakaan (ga mau dibilang kutu buku) jadi klop.

Baca Selengkapnya ...

MISS U

"Don' you ever wish you were someone else you were meant to be the way you are exactly
Don't you ever say you don't like the way you are when you learn to love your self you better of by far
And I hope you always stay the same 'coz theres nothing 'bout you I would change..." (Stay The Same By Joey M.)

Dulu Icus selalu menuliskan baris2 kalimat lagu itu di setiap notes dan diary yang Icus beli, selain kalimat-kalimatnya yang menyentuh, indah dan selalu menyemangati Icus untuk selalu mensyukuri atas apa yang telah diciptakan Allah atas Icus, lagu itu mengingatkan Icus atas sebuah persahabatan yang pernah terjalin bersama teman-teman saat masa-masa sekolah di sebuah sekolah teknik di Sidoarjo.
Persahabatan itu masih dan Insya 4JJI akan terus ada tidak hanya bersemayam pada lembaran kenangan indah kami, meskipun kesibukan menjadi jarak dan dunia baru kami membuat kami jauh namun kami tetap yakin persahabat itu akan selalu ada. Icus ingat pada lembar persembahan di Skripsi yang kita buat sebagai syarat kelulusan, Icus dan beberapa dari kita (mungkin kalau aku tidak salah ingat) tertulis, suatu hari nanti akan aku ceritakan pada anak-anakku tentang persahabatan ini, dan kita juga pernah berniat untuk mengulang masa-masa tinggal bersama lagi disatu kamar di jalan Maduran no 4 Pasiran, Perak Komplek TNI AL Ujung Surabaya, meskipun sepertinya hal itu tak akan pernah terwujud, but it's Ok Girls.
Saat Icus menuliskan ini Icus sedih karena kesibukan telah memisahkan kita, padahal dulu kita pernah sepakat nanti kita akan mengadakan pertemuan rutin entah pada Sabtu keberapa dalam sebulan, namun kesepakatan itu belum pernah disahkan jadi Icus tidak pernah mendapati kalian di At Taqwa tempat kita berkumpul dulu, pada Sabtu2 yang Icus kerap datang kesana.
Icus memang bertemu dengan teman-temen kita di sana Melon (Imam Ghazali), Tukri (Agus Arianto), Gbleh (Hadi Ismanto), Puji (Puji Astutik), Yudi (Yudi Prasetyo) namun kapan kita bisa berkumpul bersama-sama Complete para penghuni Jalan Maduran No. 4? Suciyatiningtiyas, Puji Astutik, Lisdyawati Muji Rahayu, Wiwit Wijayanti dan Isnin Sulfiani tentu ditambah seorang lagi Musriyati.
MISS U ALL GIRLS!!!! :\'(

Baca Selengkapnya ...

At TaQwa

At Taqwa...
At Taqwa adalah masjid kebanggaan kami, kalau kalian berkunjung atau masuk wilayah kekuasaan STMN Perkapalan Sidoarjo, pertama kali setelah kalian melangkahkan kaki kalian masuk ke gerbang besar tempat anak-anak Penegak Disiplin Sekolah (PDS) berjaga pada pagi hari kalian akan melihat sebuah bangunan putih dengan kubah diatasnya, ya... At Taqwa akan kalian lihat pertama kali.
At Taqwa adalah masjid sekolah tempat kami penghuni STMN PAL menunaikan ibadah, dari murid2, guru, staff administrasi, bahkan para pedagang yang mangkal di depan sekolah kami.
At Taqwa...
Disana aku mulai mengenal Allah seutuhnya, yang mengubah pandanganku akan Jilbab, Islam dan menyadarkanku bahwa selama ini ternyata aku tak banyak mengenal Islam, selama ini aku mengira bahwa aku sudah termasuk baik seperti kata teman2ku. ternyata aku salah.
At Taqwa... Alhamdulillah Allah telah membawaku ke sana.
Meskipun aku bukan lagi siswa disana namun aku akan kembali ke At taqwa...
Aku akan Kembali...
Bersujud di lantai putihnya, merasakan semilir angin sepoi-sepoi di siang yang terik, mendekap kedua kakiku melawan dingin saat malam tiba di berandanya.
Aku pasti kembali!!!

Baca Selengkapnya ...

Thursday, April 12, 2007

serial TLK 3: Sorry

"Mas Yoyok, boleh nanya ga?" tanya Icha pagi-pagi setelah acara senam pagi ia mendatangi kakak kelasnya ini yang tengah duduk-duduk sendiri di beranda Masjid At Taqwa
"Apa, kalo masalah keputrian nanyanya sama mbak Ika!"
"Oh bukan, bukan ga ada hubungannya sama keputrian kok" Icha berfikir bagaimana musti menyampaikan keresahan hatinya.
"Ada apa sich?" Yoyok penasaran
"Mas Kris kok Jutek sich, padahal perasaan kalo sama yang lain biasa-biasa aja tapi kalo sama aku rasanya benciiiiiiiiiiiiiii banget, emang aku salah apa?" jelas Icha sambil mengusapkan kedua tangannya ke muka dan menjatuhkannnya malas ke pangkuannya
"Masak sich? enggak kok, perasaan kamu aja kali, ehhmm... aku ke kelas dulu ya... ada PR!" Yoyok segera bergegas sebelum Icha menyadari kalo Kris memang mengistimewakannya.
Kalo ga ada apa-apa kenapa gugup gitu kata Icha dalam hati, ngacir lagi.
Ditempat lain, Kris sedang berkutat dengan buku latihan UANnya.
"Kris...Kris... kamu tuh ya.. ga di kosan ga dimasjid ga dikelas kerjaanmu belajar mulu, bosen tahu, santai ajalah men, kaya aku gini!" Sapa Rendi sambil mengetuk-ngetuk meja.
"Aku khan tahu diri Ren, aku ga secerdas kamu yang bisa cepat menangkap pelajaran, nah kalo aku ya harus berusaha keras dulu biar bisa ngerti" jawab kris seraya menutup buku setebal 25 mm.
"Tapi nilai raportmu selalu bagus khan, masuk tiga besar lagi" Eko ikutan nimbrung.
"Ya setelah kerja keras, kalian inget khan akhir kelas satu dulu, waktu aku barusan aktif di FOSKI, raportku sempet hampir kebakaran kalo ga ada her, dan aku harus begadang tiap malem buat belajar untuk mengejar ketinggalan" cerita Kris panjang lebar.
"ha... ha... ha... iya aku masih inget, soalnya aku juga kebagian pusing gara-gara kamu begadang, aku sampe ga bisa tidur ndengarin Kris ngapalin rumus!" Eric langsung nimbrung tanpa izin.
"Eh Kris gmana kabar gadismu? sepertinya tambah akrab nich, sabtu besok katanya FOSKI sama Pramuka mo ada acara bareng lagi ya..?" goda Anton
"Iya, tapi aku ga mo ikut, maless!!!"
"Kenapa? takut ya..." tebak Eko
"Gini aja deh Kris, kalo kamu emang ga suka deket2 sama tuch cewek, nanti aku kasih pelajaran biar dia ga deket-deket kamu lagi!" Ce'bux yang dari tadi jadi pendengar menyatakan usul, sayang usulnya malah membuat teman-temannya menyumbat mulutnya, tahu pake apa.
"Pelajaran matematika?" Eko kesal
"Dasar Lu Bux, diotak lu cuma ada gebux menggebux orang ya... kris mana terima ceweknya lu bantai adanya lu yang tewas habis itu!" kata Eric sambil melirik Kris, yang dilirik cuma senyam-senyum memerah tepat saat terdengar suara seorang gadis mengucap salam, ia menanyakan bilakah ia bisa bicara dengan Kris, Kris bangkit dari tempat duduknya meninggalkan teman-temannya, betapa wajahnya menjadi merah, perasaannya campur baur melihat Icha duduk di bangku panjang di depan kelasnya sambil membuka-buka map warna hijau di pangkuannya.
"Ngapain kamu disini?" tanya kris ketus teman-temannya mengikuti kejadian-kejadian dari balik jendela dibelakang Icha, Icha sudah bisa menebak kalo dia tidak akan mendapatkan sambutan ramah namun ia begitu kaget saat mendapati lelaki didepannya ini menanyakan perihal kedatangannya dengan hampir berteriak, ia terpana hampir saja ia jatuh karena kakinya gemetaran.
"Cuma mau kasih ini..." Icha mengulurkan map berwarna hijau ditangannya yang diterima kris dengan cepat, matanya mulai berair sebelum air itu jatuh lebih banyak dan deras Icha segera berlari membelakangi Kris tanpa pamit dan salam.
Melihat hal itu Hati Kris sakit seolah teriris-iris pisau, ia hendak mengejar Icha namun ia urungkan niatnya, ia kembali ketempat duduknya semula membuka buku setebal 25 mm dan menekuninya dengan tertunduk diam tanpa suara entah apa yang ada di pikirannya saat ini, tak ada seorangpun yang berniat mengganggunya sampai pelajaran selesai.
Gontai ia melangkah pelan menuju masjid, ia memilih duduk di beranda masjid tidak seperti jum'at -jum'at biasanya dimana ia akan duduk dibarisan terdepan untuk menyimak khutbah khatib.
Usai Shalat Jum'at Kris berjalan-jalan mengelilingi sekolahnya yang luas, ia berhenti sejenak di depan salah satu kelas di gedung selatan, ia mendapati Icha tengah menceritakan perihal tadi siang pada jam istirahat di depan kelasnya, sesekali ia mengusap air matanya. Kris membalikkan badannya meninggalkan mereka.
Minggu Siang, Ragu, ia letakkan lagi ranselnya.
"Kenapa Kris?" Eric yang sejak kemarin diam tak ingin mengganggu teman sekamarnya ini akhirnya capekk!!
"Ga apa-apa!"
"Udah dari pada lu stress, belajar ga konsen mending lu kesana, ajak ngomong dia , terus terang ato kalo lu ga mau bilang perasaanmu alasan aja kemarin kamu lagi ga mood, beres khan!" Eric menawarkan saran pada sobatnya ini, Kris masih berdiri mematung bersandar di tembok.
"Udah sana berangkat keburu anaknya pulang, sono!!" Eric berdiri meraih ransel kris dan membuka laci Kris mengambil kotak yang sudah terbungkus rapi lalu memasukkan ke dalam ransel, menyodorkannya pada Kris.
"Buat Icha khan?" Kris mengangguk.
"Besok dia Milad" jawab Kris lirih.
Diantarkannya Sobatnya itu sampai didepan pintu (kayak mo berangkat perang ya... sodara-sodara?).
"Di, mo kemana aku boleh nebeng ga, mo ke sekolah nich?" tanya Kris saat melihat Adi menuntun motornya keluar halaman.
"Yuk!" sambut Adi.
Siang yang terik Adi menurunkannya di depan At Taqwa, sudah sepi tinggal Ika yang masih disana menunggu jemputan.
"Kemana aja Akh, kok ikut kemarin?"
"Sibuk belajr ukh" jawab Kris singkat sambil mengedarkan pandangannya.
"Lagi nyari sapa, acaranya udah selesai satu jam yang lalu, anak2 juga pada pulang" Kris mendadak lemas.
"Kalo anak-anak Pramuka masih rapat evaluasi..." Ika masih berniat menceritakan acara kemarin tapi keburu dipotong sama Kris.
"Dimana?"
"Apanya?" Ika heran bukannya kemarin ia yang ga setuju bikin kegiatan sama anak Pramuka nah ini kok nanya dimana mereka rapat.
"di gedung utara kelas 3 gambar"
"Jazakillah ukh!!" ucapnya sambil bergegas, setelah melewati ruang guru ia bisa melihat gadis yang ia cari2 di seberang lapangan sedang memasukkan kursi-kursi sendirian kedalam kelas. Ia berjalan memutar menghindari terik matahari menghampirinya, Icha menoleh sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya. Kris meletakkan ransel birunya di meja guru didalam dan mulai membantunya.
"Kok... ga ada yang bantu?" tanya kris pelan, yang ditanya salah tingkah
'wah jangan-jangan kesambet penghuni pohon jambu depan kos-kosan kali ya, tumben nice' Takuuuuuuuut seru Icha dalam hati
"Yang lain mana?" Tanya kris agak sewot tanya baek-baek dicuekin, udah dibantuin lagi (ikhlas dong akh!!)
'nah ni dia aslinya' kata Icha dalam hati lagi
"Ada kok mas di belakang, Icha dihukum masukin bangku sendirian soalnya tadi pagi bikin salah" Selanjutnya dalam diam dan sepi mereka memasukkan bangku satu persatu serta menatanya agar besok penghuni kelas itu tidak marah atau protes karena kelasnya berantakan.
"Terima kasih mas, Icha mau ke sanggar ambil tas" pamitnya pada Kris.
"Aku mau ngomong, aku tunggu di masjid ya!" Setelah menganggukkan kepalanya tanda setuju ia berlari kecil kearah sanggar Pramuka yang letaknya ada di belakang sekolah.
Lama Kris menunggu sambil membaca buku, khusuk sekali (emang shalat ya akh!) hingga tak menyadari kalau Icha sudah datang, baru Kris menyadari kehadirannya setelah mengucap salam.
"Ada apa mas?" tanya Icha
"E......" tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya
"Soal kemarin, aku minta maaf"
'nich orang ngomong sama sapa sich?' kata Icha dalam hati abis ngomong kok g liat yang diajak ngomong, digaruknya kepalanya yang tidak gatal.
"Nich" Kata kris sambil mengulurkan bungkusan yang dibawanya.
"Apa ini?" penuh tanda tanya, heran.
"Buku, kemarin aku jalan2 ditoko buku, mungkin kamu suka"
"buat Icha?" tanyanya tidak percaya, tumben jangan-jangan bener nih orang lagi kesambet.
"Ya... aku khan mau minta maaf sama kamu" jelas kris agak ketus, orang dikasih buku kok ga terima kasih malah ga percaya gerurtu kris.
"Yang kemarin.... ga pa pa kok, tapi ya... makasih bukunya" Icha menerima bungkusan yang berisi buku tersebut dengan senyum, semoga besok dia ga jutek lagi, harapnya.
"Bentar mas!" pinta Icha saat kris hendak meninggalkannya tanpa pamit (belas dendam ya!), Kris menghentikan langkahnya.
"Besok-besok jangan jutek sama Icha lagi ya..." Icha tersenyum memelas, Kris membalasnya dengan senyum dan anggukan "Insya Allah" katanya
Semoga aja besok kalau ketemu lagi aku ga nervous kata Kris dalam hati soalnya kalo iya mungkin ia bakal lebih galak n jutek. Icha menyusul kris yang berjalan dengan langkah lebar, karena kualahan dan tidak mau merusak hari itu ia mengalah takut ntar dijutekin lagi.

Baca Selengkapnya ...

serial TLK 2: Fall In Love

"Suntuk-suntuk !" teriak Kris sambil membanting ransel birunya diatas bangkunya, lalu mejatuhkan tubuhnya ke kursi, teman-teman sekelasnya pada heran dengan kelakuan ikhwan satu ini, saking herannya sodara-sodara Cibux si jago merah eh salah ding marah, sampe salah jatuhin pantat maunya sih kekursi tapi malah njungkel dengan kaki diatas, gimana tidak njungkel kawan-kawan kursi masih radius setengah meter dia sudah ambil posisi duduk, so wal hasil seluruh kelas gerrr tertawa terbahak-bahak oleh kejadian itu.
Tapi aneh bin ajaib anak paling rajin tapi tulalit abis di kelas ini tak tergerak sama sekali untuk bergabung dengan keceriaan pagi itu. Eric si borjuis dari Jakarta sok deket mencoba mencari tahu ada apa gerangan dengan ketua foski(Red- Rohisnya STM PAL) ini.
"Pagi pak ustad, ada gerangan apa dengan anda?" yang ditanya masih tak menjawab, kedua sikunya menempel di meja dan tangannya menyangga kepalanya.
"kenapa, belum dapat kiriman uang ya?" Tanya eric mesih gigih berusaha mengorek-orek isi hati sang teman.
"atau lagi jatuh cinta en ditolak, gampang pake aja jurus cinta ditolak dukun bertindak, he he he" ternyata kawan-kawan Kris kalo lagi kesel ngeselin orang, so semua yang disekelilingnya pun jadi ikutan kesel, tapi jangan sebut Eric kalo gitu aja nyerah, dia yang bercita-cita jadi psikoloq ini tak gentar sedikitpun ( pengen jadi psikoloq kok sekolah di STM ya?).
"Gini aja, buat temen gue gak akan kasih tariff deh, kalo lo mau konsultasi ama gue gratis, itung-itung promosi ok!" dengan percaya diri Eric mengambil note kecil dari tasnya dan kembali pada Kris yang masih bengong mematung dengan gaya seperti diatas, hanya saja kini sambil menggaruk-garuk alisnya, (ketombean ya akh?).
"ok Kris apa keluhan lo?" kris menoleh sejenak menatap wajah Eric lalu melengos sambil menghembuskan nafas panjang, baru kris mau mengeluarkan sepatah kata, dari arah pintu teman-teman mereka berhamburan masuk kelas.
"Bu Aneke datang cepet ambil posisi masing-masing!" Andi memperingatkan teman-temannya. Guru PPKn mereka ini, meskipun yang sudah setengah baya tapi kalo lagi marah bisa berabe, soale beliau pernah ngancam memboikot gak mau ngajar dikelas kalo mereka ndak mau ikutin aturan main Bu Aneke, so mereka segera ambil posisi di tempat duduk masing masing sesuai dengan daftar yang telah mereka buat.
"Pagi anak-anak!" sapa bu Aneke kepada mereka saat memasuki Ruangan bertuliskan 'Teknologi Las Kapal' di tembok belakang pertempel motto mereka ' kekompakan adalah langkah pertama dalam meraih keberhasilan'. Baru saja menaruh buku-buku diatas meja bu Aneke langsung pergi tanpa pamit, dan baru saja sampai didepan kelas beliau balik lagi untuk memberi pesan.
"Kalian kerjakan LKS bab Cinta Tanah Air dulu, Kris kamu ke perpus pinjam buku diktat, saya tinggal sebentar" seketika mereka kegirangan dan kris yang lagi suntuk tak berkutik dari kursinya, kegirangan teman-temannya sirna seketika, mereka saling pandang, bertanya-tanya apa gerangan yang tengah terjadi
"Kris, Kris" panggil Andi yang duduk disebelahnya sambil menepuk pundak kris tapi ia tak bereaksi, cibux yang sudah sebel langsung menggoyangkan tubuhnya sambil berteriak
"Kris dicari cewek didepan" tahu apa yang terjadi sodara-sodara, kris langsung menutup muka seolah ketakutan sambil berguman
"Astagfirullah jangan dia lagi ya Allah tolong lah hambaMu ini dari godaan dunia, astagfirullah…… Astagfirullah…." Gumannya masih menutup muka, teman-temannya tertawa tapi masih mencoba menahan agar tidak terlalu keras soale disebelah kelasnya anak design lagi ada pelajarannya pak mujo, beliau kagak bisa lihat kelas rame.
"hey ada temen yang lagi kena musibah diketawain" Bolot mencoba mendamaikan (emang ada yang lagi bentrok apa lot?) suasana kelas.
"cepet keluar kris kasian kelamaan nunggu" ternyata bolot bukanya mau ngibur kris malah mainin, kris mengangkat mukanya yang merah padam
"siapa?"
"Bu Aneke!" jawab cibux diikuti gerr yang lain, Kris langsung berlari keluar kelas tapi di ga ada siapa-siapa kecuali pak mujo yang keluar dari kelas design menoleh padanya
"nyari siapa kris?"
"Bu Aneke pak"
"sekarang jamnya siapa TLK?"
"Bu Aneke pak"
"Bukannya dari tadi bu Aneke keluar dari kelasmu?"
"Oh iya pak, makasih pak" jawab kris cepet-cepat masuk takut ketahuan kalo dari tadi ga konsen ngikutin pelajaran.
"Kalian ini tahu aku lagi suntuk malah dikerjain" kata kris sewot, yang disewotin ga perduli malah peringisan
"bu aneke mana?" Tanya kris
"tahu, kamu disuruh keperpus pinjem buku diktat buat ngerjain LKS"Eko yang sedari tadi asyik baca komik doraemon ikutan ngomong, sebel kali dari tadi anak-anak rame jadi ga khusuk baca komiknya.
Ketika jam pelajaran usai kris jalan bareng Anton keperpus bawa setumpuk buku diktat PPKn melewati lapangan basket, entah ada angin apa kris langsung mempercepat langkahnya tapi entah kemana perginya matanya sampai Pak Cipto yang punya tubuh gede itu tak dilihat, so pasti kawula muda berjatuhanlah 12 buku setebal 20 mm dari tangannya.
"Kamu ada apa sih kris hari ini kok rada error?" Tanya Anton saat mereka duduk berdua di dalam perpustakaan
"Entahlah aku juga bingung, setiap kali aku lihat dia rasanya hidupku jadi kacau" kris mulai curhat.
"Siapa?"
"itu anak kelas satu design, yang punya senyuman manis itu"
"Yang mana sih?"
"Yang biasanya berangkat sekolah pake sepeda, yang sering lewat kosan"
"Ih kamu tuh ya masa sukanya sama cewek kayak gitu ga ada tampang cantik sama sekali" Anton langsung sewot
"Mending juga sobatnya, Rahma udah cantik, pinter, kalem, lemah lembut dan yang pasti ramah sama cowok ga kayak dia ga ada tampang feminim atawa cantik, seleramu menyedihkan" anton menghela nafas panjang
"Tapi dia rajin datang kajian keputrian, sebelum pulang selalu mampir kemasjid sholat dhuhur, kadang-kadang aku lihat dia sholat dhuha walau Cuma dua rakaat, terus yang bikin aku senewen kalo dia sudah senyum, ampun aku tuh udah coba ghadul bashor tapi tetep aja, lagi pula dia manis juga lho eh ... Astaghfirullah!!"
"lagian kenapa ga Ika aja sih dia kan jilbaber, anak foski tuh sealiran sama kamu, masak kamunya anak masjid punya pacar yang ga pake jilbab"
"Aduh ni anak, aku tuh bukannya pengen macarin dia tapi gimana ngelupainnya, dalam Islam itu ga boleh pacaran sebelum nikah"
"oh begitu masalahnya, ehhhmmm" Anton langsung pasang muka serius tangannya menyangga janggutnya sambil ber eeeeeemmmmmmm ria persis kakek-kakek yang lagi bingung, si kris beda lagi dia malah menggosok-gosok alisnya, sambil menghitung tekel dibawah.
Tanpa diduga orang yang mereka bicarakan tiba-tiba menjatuhkan tiga buah buku besar-besar dan tebal dimeja sebelah mereka,
"Rahma kamu kerjakan nomor lima dulu, biar aku cari pengertian bonjean"kata seorang dari mereka sambil menyerahkan sebuah buku
"Pembuktian kapal stabilnya gimana?"
"udah tadi udah aku kerjain sama santi" semantara itu disebelah mereka seketika kris menjatuhkan kepalanya ke meja sampai membuat bunyi
"buuk" kedua gadis tersebut mencari asal muasal suara tersebut, ketika mereka menoleh ke arah asal muasal suara, Anton langsung melotot sambil berkata
"ngapain lihat-lihat, sana!" menakutkan sodara-sodara kata mereka kompak dalam hati, emang telepati. Kris langsung bangkit berjalan dengan lemas sambil menunduk.
"Mas bukunya ketinggalan" Kata Icha, tapi dasar nggak tahu terima kasih yang dibilangin malah melotot, sambil ngambil buku yang ketinggalan trus si Kris malah nabrak pak Mujo yang lagi lewat
"Aduh ………., maaf pak nggak lihat" seru Kris
"Kamu tuh kenapa sih akhir-akhir ini kok senewen ?" Tanya pak Mujo
"Iya pak, Kris lagi bingung belum dapat kiriman uang dari malang" kali ini giliran Anton yang kena tatapan mata Kris.
Hari berikutnya kris masih aja jutek, hampir seharian ia ada dikelas tidak mau beranjak dari bangkunya, hanya saja kali ini seisi kelas sudah tahu masalahnya. Sebenarnya siang ini giliran kris untuk mamberi kajian pada anak Foski berhubung ia masih jutek so ia melimpahkan tanggung jawabnya pada Ikhwan yang lain, Ia memilih menyingkir ke beranda masjid sambil membaca riwayat hidup imam Hasan Al Bana tokoh pendiri Ikhwanul muslimin yang ia kagumi.
"Assalamu alaikum" sapa yoyok
"Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Sohib, udah halagahnya?" Tanya Kris
"Udah, kudengar kamu lagi ada masalah, wah... ada apa dengan kristianto!, kayaknya bisa nyaingin filmnya Dian Sastro deh" Goda Yoyok sayang godaannya berbuntut dengan pelemparan notes kecil meski tak tepat sasaran.
"Eiiiit buku siapa nih!"
"aduh maaf dek ga sengaja.........." kalimat kris menggantung setelah tahu pemilik suara itu
"ga apa-apa kok, ga sakit" seru yang kena timpuk, sambil mengulurkan notes kecil yang sempat mendarat di punggungnya.
"oh ya kak, eeeeehmmmmmmmmmmmm.................." ia tak menerus kan kalimatnya ragu
"Kenapa dek" tanya Yoyok
"eeeeeeeeeehmmmmmmmmmmm boleh ga ikutan ngaaaaji"
"kamu kan sudah ikut kajian keputrian yang tiap jumat itu kan?" sela Kris sewot
"kamu kenapa sih kris?" Yoyok merasa ada yang aneh dengan kris langsung bereaksi, maklum jarang banget gituloh ihwan yang satu ini ngomong ketus .
"Kamu mau ikut dek?" yoyok ganti bertanya pada gadis manis di depannya
"iya soalnya aku denger dari Reni anak mesin yang dibahas bagus-bagus" jawab icha
"emang yang hari jumat itu ga bagus?" sela Kris ga setuju
"Ya…… gimana ya…… soalnya icha pengen lebih kenal sama tuhan icha sich, kata mbak yang ngasih pengajian kita mesti kenal sama pencipta kita, icha suka malu ternyata selama ini Icha ga ngerti apa-apa"
"Kalo gitu kamu datang aja tiap sabtu jam dua ke masjid" ajak yoyok, kris jadi salah tingkah mendengarnya.
'wah gawat kalo sampe nih cewek ikutan, bisa - bisa buyar konsentrasi ku' pikir Kris.
"Kalo Sabtu ga bisa kak, kalo ikut yang hari Rabu boleh ga?" Usul Icha.
"Rabu itu khusus buat anak FOSKI" Sela Kris sebelum Yoyok menyetujuinya. Yoyok memandang dengan heran ada apa gerangan dengan sahabatnya ini.
"Maaf mas" Icha sedikit kecewa dengan jawaban cowok cute didepannya, merasa tidak ditanggapi positif ia berlalu, setelah mengucap salam perpisahan mereka meninggalkan Yoyok yang masih penuh tanda tanya. Setelah melalui proses introgasi yang memusingkan dan puaaaaaaaaaaaanjang karena si Kris lagi pusing dan bicaranya bertele-tele alias malu bo' ikhwan kok jatuh cinta pikirnya (he...he...he... ya wajar akh!). Lagi puber istilah si Yoyok.
"Jadi begitu ceritanya...." sambil manggut-manggut yoyok mulai mencerna isi kisah sedihnya ikhwan satu ini.
"Santai ajalah Kris, jangan jutek kayak gitu cinta khan memang anugerah dari Allah, ya yang sabar aja" kata Yoyok sok bijaksana
"Atau kamu dah pengen nikah?" pertanyaan Yoyok tadi hampir menyebabkan insiden pelemparan bolpoint, namun ia urungkan niatnya karena takut bolpoint semata wayangnya ngadat, sayang bo!!
Hari-hari berikutnya Kris harus membiasakan untuk sering bertatap muka dengan gadis itu karena ternyata saudara-saudara FOSKI dan Eskulnya Icha cewek yang membuat kris gelagapan itu mengadakan acara bareng. untungnya Kris udah kelas tiga jadi ga masuk daftar kepanitiaan so amannn. Namun sayang seribu sayang setelah kegiatan itu Icha malah tertarik untuk gabung sama Foski. sabar ya akh....

Baca Selengkapnya ...

serial TLK 1: Tawuran VS Pangsit

TAWURAN VS PANGSIT

“Kalau begini aku sudah nggak bisa ketawa” dengan muka ditekuk Eko berbicara pada Rendi

“sudah lupain ajalah, ngga usah dipikirin ok” Rendi menyodorkan rokok A mildnya,

“Gimana sudah enak ?”

“Enak apanya, yang namanya harga diri ngga bisa balik hanya dengan sebatang rokok frend”

“ya terserah lo deh” Rendi bangkit meninggalkan Eko sendirian dikamar mandi, ia masuk ke kelas bergabung dengan teman-temanya yang asik benyanyi ria dengan petikan gitar Yamaha milik Eric

“hati senang walaupun tak punya uang oh………”

“Kata siapa, malah pusing lagi ngga punya uang, nggak bisa ngapelin pacar” sela Afif menghentikan nyanyian mereka

“apa lagi kalau cewek sudah diembat orang makin pusing, uey”Andi menambahkan, tepat disaat Eko masuk kelas

“Ngga Cuma pusing, ini kelas bisa tak bikin hancur” kata Eko menyambut sindiran Andi,

“Gimana ni Ko masak lo diem aja cewek lo disambar orang, apa lagi yang nyambar anak KKB, mana gengsi kita anak LAS ?” Anton memanasi teman-temannya, ini anak emang provokator kelas wahid sudah keluar masuk bui eh salah ding BP.

“Iya, masak mereka berani ngadalin kita, mana harga diri kita?” Boy ikut terprovokasi ucapan Anton.

“Gimana kalau kita kerjain aja tuh anak?”usul bolot nama kerennya Adi padahal sih dia itu otaknya encer banget, ngga ada tampang bolot sedikitpun tapi ya udahlah wong orangnya kaga’ keberatan kok.

“Ok, kapan waktunya terserah kalian aja deh” ce’buk or tao ming se alias Reinald si jago tawuran menyakinkan teman-temannya

“hey hey, kalian nih apaan, ini urusanku ga’ ada hubungannya sama kalian” Eko tidak setuju

“Bukannya gitu Ko, Endah itu jelas-jelas cewek lo, semua penghuni sekolah kita juga tahu, bisa-bisanya si Yoyok ngembat dia, ini bukan masalah lo aja ini gengsi kita anak Las sebagai kelas terkompak disekolah ini “ Anton memberikan argumentasinya yang dikuatkan oleh boy

“Iya bisa-bisa kita ditertawaain sama kakak-kakak kelas kita, kalau kita ngga balas” disekolah mereka emang terkenal sejak dahulu kala, bahwa jurusan LAS telah ditahbiskan sebagai kelas terkompak maklum kelas ini penghuninya semua kaum adam, apalagi kalau pengen pulang pagi, gurunya pun diajak kompakan gile ngga?

“Ok ntar siang di depan halte kita cegat dia, terserah lo deh Ko, ikut apa ngga, yang penting harga diri kita ngga di injek-injek!”Kata tao ming se ngga mau ketinggalan kalo acara gebuk menggebuk tubuh orang.

“hey ada apaan nih kok pada ngumpul bareng, gimana sudah dapat ide buat lomba drama 17-san nanti?” Kris masuk-masuk langsung nimbrung dengan wajah innocentnya, nah dia nih yang paling alim di kelas, paling ngocol tapi kalo sudah bicara masalah agama dia paling kuat megang prinsip agama, makanya dia selalu khusnudzon kalo temen-temennya lagi berunding kayak tadi

“Udah Kris, lo ke masjid aja sono dhuha kek doain temen lo biar ditabahkan hatinya setelah ditinggal lari ceweknya”kata Anton sambil menepuk punggungnya lalu bangkit diikuti Boy, Bolot, Tao Ming Se, Andi en the gank tinggalah Kris bengong tolah-toleh kaya anak bego’, Eric yang sedari tadi bermain gitar tertawa geli melihat Kris yang lagi bengong keliatan culun banget, ini juga yang bikin orang ngga percaya kalo dia nih ketua FOSKI (SKI-nya sekolah ini), tapi kalo sudah serius wah jangan coba-coba ngajak dia bercanda, bisa muncul jurus tendangan tanpa bayangannya, Tao ming se aja sampe masuk RSJ eh salah lagi, UKS neng.

“Eh Kris mending kamu ingetin aja si Yoyok biar hati-hati, kamu temennya Yoyok kan?” ucapan Eric tadi menahan langkah Kris yang tadi mo ke Masjid buat sholat dhuha, kembali menjatuhkan tubuhnya didekat Eric, ia juga menghentikan tangan Eric yang mo memetik senar gitarnya lagi

“Maksud kamu apa?”

“Anak-anak mau buat perhitungan ama Yoyok “ jelasnya

“Emang Yoyok salah apa sih”

“Kamu ngga tahu ?” Eric geleng-geleng kepala

“Menyedihkan kamu Kris, masak pacar temen sendiri diembat orang kamu ngga tahu”

“Emang Yoyok ngembat pacar temen kita?”

“Emang, emang. Emang kok terus . emang saja ngga keterusan”

“Emang ada anak sekolah kita yang namanya emang?”

“Emang lagi udah ah males aku ngomong sama lo, pinter tapi lemot” Akhirnya nyerah juga Eric ngomong sama Kris. Sekali lagi Kris ditinggal bengong manyun kaya Anak kecil kehilangan permen (gimana tuh rupanya).

Akhirnya Kris ngga tenang sebelum jam istirahat usai di sempatkannya menemui Yoyok, saat itu dia tahu bahwa teman-temannya sudah salah faham, Endah itu sepupunya Yoyok kalo sekarang Yoyok sering kesekolah bareng lebih karena Yoyok tinggal bersama keluarganya Endah untuk mengirit biaya, maklum dia dulunya kos.

“Jadi kamu sama Endah ngga pacaran?”

“Alhamdulillah, awalnya aku juga kagak percaya masak ikhwan kayak kamu pacaran sih” katanya sambil menghela nafas lega

“Enggak, Endah tuh anaknya bulek aku kris”

“Jadi begitu, ya udah nanti biar aku coba jelasin ke anak-anak. aku mau ketempat pak Kun ngambil proposal diklat FOSKI” Kris lalu meninggalkan kelas Yoyok menuju ruang guru tapi baru sampai depan ia dipanggil Pak Mujo

“Kris pak Hari ke PT. PAL, sekarang kalian jamnya Pak Hari kan?” tanya beliau

“Iya, Pak Mujo masuk kelas sekarang?”

“Iya saya ambil jamnya Pak Hari aja soalnya nanti saya ada keperluan, jadi kalian bisa pulang cepet”

“Wah, dengan senang hati pak”

Ya wis kamu beritahu teman-temanmu saya mau siap-siap dulu!”
“Ok Pak” seru Kris sambil balik badan menuju kantin tempat teman-temannya nongkrong, tak sadar ia melupakan tujuan awalnya.

Selama pelajaran berlangsung Kris terus saja memperhatikan kelakuan teman-temannya yang sesekali berbisik-bisik kali ini dia tak bisa berkhusnudzon tapi tak mau su’udzon (jadi gimana dong?). dia sempat kaget saat Pa Mujo menjatuhkan penghapus, Kris langsung bereaksi

“Ya Pak!” katanya dengan suara lantang

Ada apa Kris?” tanya Pak Mujo,sedang teman-temannya menatapnya penasaran ada apa gerangan dengan anak yang satu ini

“Emang ngga ada apa-apa ya Pak?” Jawab Kris dengan wajah lugunya

“Kamu lagi mikir apa Kris?” tanya Pak Mujo yang diikuti Geeer seisi kelas

“Maaf pak saya lagi ngga konsen, minta ijin kebelakang sebentar” Kris langsung nyelonong keluar menuju kamar mandi, dikelas teman-temannya heran melihat kelakuan ikhwan satu ini tumben-tumbennya ni anak nggak konsen pelajaran pak Mujo, guru Math ini biasanya paling keras sama anak yang ngga disiplin, nah ini murid paling rajin di kelas malah ngga konsen, dibelakang anak-anak pada bisik-bisik.

“Eh kira-kira apa ya yang bikin Kris bisa ngga konsen pelajaran favoritnya?” Anang bertanya sendiri dengan mata tetap pada papan, tapi Andi n the gank malah cengengesan geli.

“Kris jatuh cinta kali?” seloroh Ruli diikuti cekikikan teman-temannya

“Tapi apa mungkin ya ?”Ruli masih penasaran

“Eh mungkin aja, tapi cewek model gimana ya yang bisa bikin Kris kayak gitu?” Yoga ikutan nimbrung

“Mungkin Rini anak kelas satu yang tiap hari nyariin Kris ituloh” Kata Ruli

“Nggaklah Kris aja sebel ama dia” Tanpa mereka sadari sebutir kapur mendarat tepat di pipi Yoga yang sedang asyik ngerumpi, ternyata itu ngga Cuma hobby cewek ya, cowok juga suka, apa karena mereka sekolah di STM yang ceweknya dikit, jadi nggantiin kebiasaan mereka?

“Yoga maju kerjakan soal didepan” Yoga gelagapan, ditengoknya kekanan dan kekiri teman-temannya tertawa mengejek

“soal apa pak?” Tanya Yoga saat melihat dipapan tak ada soal satupun

Saat pelajaran usai, masuk anak kelas satu memberi kabar bahwa Kris dipangggil pak Kunadi guru agama mereka ka kantor.

“Kalian mau kemana?” teriak Kris saat melihat teman-temannya bergerak menuju gerbang sekolah setelah menyelesaikan urusannya dengan pak Kun

“Keluar cari makan , mau ikut?”jawab Eko diikuti tawa teman-temannya

“Kalian ngga mau tawuran kan?” teman-temannya tertawa bersahutan

“hey serius nih kita sudah terlalu sering masuk BP, jangan bikin masalah deh!” Kris sudah mulai menghiba.

“Kita mau kedepan, makan pangsit mumpung ada yang traktir, apa itu termasuk bikin masalah?” Kris jadi bingung sendiri tadi kata Eric mereka mau ngeroyok si Yoyok sekarang kok mereka kelihatan tenang –tenang aja, malah mau makan pangsit.

“hey jangan bengong mau ikut ngga?”Kris celingukan, mereka ini mau tawuran apa ngga sih, akhirnya Kris mengikuti mereka dengan penuh tanda tanya, ia makin bingung ketika mereka benar- benar memesan pangsit, yang bikin tambah heran disana mereka bertemu dengan Yoyok dan saling bersalaman seperti ngga ada masalah sedikitpun.

“katanya kalian mau ngeroyok Yoyok?” tanyanya kesal, teman-temannya malah bingung, saling pandang lalu tertawa lagi

“ha…ha…ha……. Kris – kris kamu tu ya, kalo lagi bingung culun abis, persis Harry Potter, sayang aja kamu nggak pake kaca mata” kata Tao ming se

“gini lo Kris tadi setelah kamu ngomong sama aku, aku suruh Endah buat menjernihkan masalahnya, terus sekalian aku mau traktir mereka itung-itung memperbaiki hubungan TLK-KKB-lah” Yoyok menjelaskan

“Kok aku ngga ada yang ngasih tahu?”

“Ya lo keburu dipanggil pak Kun sih” Anton membela diri

“Kalian tahu ngga gara gara ini aku sudah ngga konsen pelajaran pak Mujo, terus tadi aku juga hampir bersitegang dengan pak Kun, sekarang aku sudah telat Sholat Dhuhur” Kris nyerocos, lalu berbalik arah kembali ke sekolah

“Hey Kris mau kemana?” seru bolot

“Sholat dulu“

“Pangsitnya gimana?” tanya Yoyok

“Emang sudah dipesenin?” tanyanya, pada saat itu juga Rendi menyodorkan semangkok pangsit

“Pangsit dulu aja deh, sunnahnya kalo makanan sudah dihidangkan makan dulu baru sholat, biar khusuk” katanya sembari menerima mangkok pangsit

“Allaahumma baarik lanaa fiima rojak tanaa waqina adaabannaar” Eko berdoa dan diamini semua yang ada disana termasuk si tukang pangsit.

Baca Selengkapnya ...